Kembalinya Sang Nona

324 Words
Pesta itu berlangsung sangat mewah dan meriah. Setelah sekian tahun pintu Istana keluarga Harrison tertutup, kini pintu megah itu kembali dibuka dengan lebar menyambut suka cita para tamu undangan yang datang. Ruangan yang luas itu kini dihiasi dengan dekorasi yang mewah, terdapat karpet merah yang membentang panjang dari arah pintu utama sampai ujung tangga yang melingkar. Tirai sutra nampak melambai indah di dinding bangunan yang tinggi ditambah dengan sorotan lampu kristal yang menggantung indah. Para tamu menyambut dengan hangat dan senyum bahagia melihat sosok putri keluarga Harrison yang kembali setelah sekian lama menghilang. Mereka bertepuk tangan riuh membicarakan sosok cantik yang bersinar bak malaikat. Kulitnya putih bersih seperti s**u. Tubuhnya yang tinggi dan ramping nampak sempurna dibalut dengan gaun sutra yang indah berwarna putih gading, menambah kesan elegan yang terpatri di wajahnya. Scarlett dengan anggun menuruni tangga didampingi sang ibu, Nyonya Maria Harrison yang tengah berbahagia. Di belakangnya, berdiri tegap Thomas Harrison yang masih menawan dilihat dari penampilannya yang berkelas dibalik usia senjanya. Suasana pesta semakin riuh, orang-orang terpukau dengan bingkai wajah sempurna yang turun temurun diwarisi keluarga Harrison. Di ujung tangga bawah, ada sosok lain yang tak kalah menawan yang selalu menyita perhatian banyak orang, terutama kaum wanita. Dia adalah Willian Harrison, putra sulung keluarga Harrison yang tampan dan mempesona. Ia dengan bangga berdiri menyambut kedatangan sang adik yang tersenyum hangat kepadanya. Dengan lembut, ia mengulurkan tangannya dan membawa Scarlett ke hadapan semua orang dan menunjukkan bahwa sang putri yang telah lama menghilang kini kembali melengkapi keluarganya. Semua orang tersenyum, bahagia melihat keluarga terpandang itu kembali mendapatkan cahayanya yang hilang. Namun ada seseorang tak terlihat di sudut belakang yang berdiri tegang dan muram akan sosok putri cantik yang dilihatnya. Dia adalah Benjamin Christopher, pengawal baru keluarga Harrison. Tubuh tegap itu berdiri dalam sudut kegelapan, menatap sosok menawan di hadapan sana dengan sorot yang sulit diartikan. Ada luka dan rindu yang sulit diartikan, membuat Chris sulit untuk menahan diri dan memilih memutus tatapan matanya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD