Sejak malam itu, aku dan Athaya memang rutin mengupayakan hadirnya bayi di pernikahan kami. Kami tidak melakukannya setiap hari karena terkadang kondisiku dan Athaya yang sudah merasa sangat lelah sesampainya di rumah setelah bekerja seharian. Jika sudah begitu, setelah makan malam usai kami akan masuk ke kamar masing-masing. Sepertinya upaya itu tak lagi menjadi hal yang tabu untukku. Beberapa kali melakukannya dengan Athaya mulai membuatku terbiasa. Aku sudah mulai sangat menikmati sentuhannya di setiap inchi tubuhku. Aku rasa ada yang tidak beres denganku sejak Athaya menyentuhku malam itu. Aku sadar betul Athaya memang seorang laki-laki dengan bentuk fisik sempurna yang tentunya menjadi idaman para wanita. Wajahnya yang tampan ditambah dengan tubuh yang berisi menjadikannya sebuah pa

