“Malam ini kita mulai lagi ya, Mas. Aku udah selesai datang bulan. Mas tunggu aku di kamar, ya.” Akhirnya, setelah menunggu selama satu minggu malam ini aku dan Tsurayya akan kembali melakukan kegiatan malam yang diam-dia sudah membuatku sangat kecanduan. Selama seminggu ini, aku sangat merindukan desahan dan lenguhannya. Tsurayya memintaku untuk menunggu di kamar. Rasa lelah setelah seharian bekerja pun sirna karena sebentar lagi akan segera terobati. Melakukan hal itu dengannya seakan seperti me-re-charge kembali tenagaku. Aku akan menjadi sangat segar keesokan harinya. Sembari menunggunya datang, kupersiapkan diriku semaksimal mungkin. Meskipun aku sudah mandi sepulang dari kantor, aku kembali masuk ke kamar mandi untuk memastikan tubuhku bersih. Setidaknya aku harus bisa mengimbangi

