"Nggak, aku gak mau, Bu. Aku mau pulang dulu," pinta Sinar dengan ketakutan. Airin membuka pintu mobil. "Nggak, Ibu udah janji sama juragan Arman, Sinar. Kita udah gak ada waktu, rumah kita bakalan disita. Apa kamu mau kita jadi gelandangan, hah?" tegasnya, seraya meraih pergelangan tangan Sinar dan memaksanya turun dari dalam taksi on line yang mereka tumpangi. Sinar terpaksa mengikuti keinginan sang ibu, tubuhnya ditarik paksa hingga benar-benar keluar dari dalam mobil. Kendaraan beroda empat itu segera melaju meninggalkan mereka, beberapa saat kemudian beberapa orang preman yang pernah mengejar Sinar pun berjalan menghampiri dengan senyum lebar. "Akhirnya kita ketemu lagi, Nona Sinar," ucap salah satu preman dengan senyuman. Sinar melingkarkan telapak tangannya di pergelangan tangan

