Bab 19. Berontak

1087 Words

Aryo berdiri tegak setelah membaca surat yang ditinggalkan oleh Sinar. Ia menyesalkan kepergian wanita itu, dirinya bahkan belum sempat membayar dengan layak atas waktu yang diberikan olehnya. Tidurnya benar-benar nyenyak, meski tidak lama, tapi sukses membuat rasa pusing di kepalanya hilang. Tubuhnya bahkan terasa ringan. Inilah yang dinamakan tidur berkualitas, tidak peduli meski waktu yang dihabiskan hanya beberapa jam saja, tapi jika tidurnya dengan perasaan nyaman dan tanpa beban, maka tubuh pun akan mendapat waktu istirahat yang maksimal. "Saya harus ngejar Sinar. Saya gak mau dia pergi lagi," gumamnya seraya membuka pintu ruangan lalu berlari keluar. Jefry seketika terkejut, segera mengejar sang majikan. "Anda mau ke mana, Pak Bos? Astaga," decaknya sedikit kesal karena dirinya ba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD