Bab 20. Sedalam itu Perasaan Aryo?

1128 Words

Airin memandang tubuh Aryo dari ujung kaki hingga ujung rambut. "Benar juga, kenapa gak aku jual aja Sinar sama Aryo? Aku bisa dapet duit banyak dari dia," batinnya, memandang sang putra dengan mata berbinar. "Astaga, Aryo. Kamu apa kabar, Nak? Eu ... tau dari mana Mommy tinggal di sini?" sapa Airin dengan sumringah. "Kamu ke sini bukan buat ketemu Mommy, 'kan? Kamu pasti mau ketemu sama Sinar." Aryo menarik napas panjang lalu menghembuskannya secara perlahan, ia melupakan satu hal, Sinar tinggal bersama ibu tiri yang merupakan ibu kandungnya sendiri. Namun, dirinya tidak menyesal mengunjungi rumah tersebut. Seperti apa yang baru saja diucapkan oleh Airin, dirinya ke sana memang untuk menemui Sinar, bukan untuk melepas rindu dengan sang ibu. "Tolong panggilin Sinar kemari? Saya ingin ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD