Bab 21. Pesan Terakhir sang Nenek

1053 Words

Airin menutup sambungan telepon dengan perasaan senang. Kedua sisi bibirnya nampak mengembang sempurna, tersenyum dengan begitu lebarnya. Bukannya menggunakan uang yang diberikan oleh Aryo untuk membayar hutang, wanita itu akan menggunakannya untuk bersenang-senang bersama teman-teman sosialitanya. Ia bahkan tidak peduli dengan Sinar, orang yang telah berkerja keras, mengumpulkan uang untuk membayar hutang sang ayah. Yang ada di otaknya hanya, uang, uang dan uang. "Ada untungnya juga si Aryo dateng ke sini. Lumayan juga 'kan 250 jeti. Dari pada dipake bayar utang, mendingan aku pake buat bersenang-senang. Juragan Arman mah, gimana entar aja deh," ucap Airin dengan senyum sinisnya. Wanita itu pun berbalik lalu melangkah memasuki rumah seraya menatap layar ponsel, di mana saldo rekeningny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD