Bab 22. Hamil

1037 Words

Sinar masih terdiam, menatap lekat wajah Aryo yang nampak samar-samar karena dirinya tidak mengenakan kaca minus yang biasa ia pakai. Hingga akhirnya, suara Aryo terdengar dan sangat familiar. Wanita itu mengusap kedua mata dengan kening dikerutkan hingga wajah pria itu perlahan terlihat, meski agak sedikit buram. "Mas Aryo?" tanyanya, hanya ingin lebih memastikan. "Iya, ini saya. Kamu hamil? Kamu habis dari Dokter Kandungan?" Aryo kembali bertanya dengan penasaran. Sinar seketika gugup, wajahnya memerah, membuang muka ke arah samping seraya menghela napas panjang. "Bukan urusan Anda, permisi," jawabnya dengan dingin lalu hendak melangkah. Aryo meraih pergelangan tangan Sinar, menahan kepergiannya. "Tunggu saya, Sinar. Jawab pertanyaan saya, kamu hamil?" Sinar memejamkan mata sejenak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD