Suara desahan memenuhi kamar Manoj kali ini dimana gadis muda sedang menungging dengan penisnya yang keluar masuk didalamnya, gadis muda itu sedang bermain dengan p***s Lucky sahabatnya dalam mulutnya sedangkan ditempat lain wanita yang sudah berumur sedang memuaskan pasangan Lucky dengan melakukan hal yang sama seperti putrinya. Manoj menyukai pemandangan dihadapannya ini jika kemarin Lia dimana tidak akan dibaginya dengan pasangan gay ini, tapi kedua wanita ibu dan anak ini sudah biasa melayani pasangan ini untuk sekedar merasakan bagaimana rasanya v****a.
“Manoj aku juga ingin merasakannya” rengek Mona mendekat kearah Manoj dimana mereka langsung berciuman penuh gairah.
“Dia tidak memuaskanmu?” menatap Mona dengan pandangan menggoda yang diangguki pelan “Lucky lepaskan penismu dari mulutnya masuki vaginanya sekarang karena aku ingin merasakan lubang lain.”
Lucky melepaskan penisnya dari bibir Aya dengan mengambil posisi berbaring dimana Mona langsung memegang penisnya dan memasukkan p***s Lucky kedalam, melihat itu Manoj meminta Sukran untuk menggantikannya didalam v****a Aya. Manoj melangkah kearah Mona dengan memberikan air liurnya pada lubang bagian belakang sebelum memasukkannya kedalam, bukan hal pertama melakukan ini bersama ibu dan anak ini karena memang sang ibu sering melakukannya saat berada ditempat tinggalnya.
“Manoj” teriaknya ketika penisnya masuk kedalam.
Lucky menghentikan gerakan membiarkan Manoj memasuki lubang tersebut, p***s besar Manoj membuat Mona menahan diri namun belaian lembut serta ciuman yang Lucky lakukan sedikit membuatnya tenang hingga tidak terasa penisnya masuk secara keseluruhan. Mona hanya diam saat kedua pria dibawah serta diatasnya menggerakkan p***s mereka membuat tubuhnya ikut bergerak, disudut lain terlihat bagaimana putrinya melayani Sukron dimana penisnya tidak kalah dengan Manoj.
“Ough...nikmat” desahan Mona terputus saat secara tiba – tiba mencium bibirnya penuh gairah.
“Puaskan dengan mulutmu” memberikan penisnya pada Mona.
Semua lubang yang Mona miliki sudah tidak bersisa dimana semua p***s menutupinya, gerakan tangan pada payudaranya membuat Mona memejamkan mata menikmati rangsangan tersebut dan saat melihat dimana tangan Aya yang melakukannya membuat Mona tidak berdaya. p***s Sukron bahkan bergerak kasar di mulutnya mengikuti gerakan p***s yang menutupi kedua lubangnya bagian bawah, Aya mengambil posisi dengan memberikan vaginanya pada Lucky untuk dijilat tapi ternyata bukan hanya jilatan yang Aya dapat dimana jemari para pria memenuhi vaginanya membuat Aya semakin mendesah.
“Lebih keras lagi dan dalam” erang Aya diantara gerakan jemari yang semakin cepat.
Sukron melepaskan penisnya dari mulut Mona lalu mendorong Aya untuk menungging dan langsung memasukkan kembali penisnya menggantikan jemari Manoj dan Lucky, bibir Mona yang menganggur langsung dilumat Lucky dengan kasar sehingga tidak bisa mengeluarkan desahan sedangkan bibir Aya sendiri dilumat oleh Manoj. Ruangan yang sudah dinyalakan pendingin merasa tidak bisa dingin karena kegiatan panas mereka yang seakan mencari kenikmatan bersama, gerakan cepat dibawah Mona membuat dirinya melepaskan ciuman dari Lucky dengan menggerakkan pinggulnya cepat.
“Lebih cepat, Manoj” perintah Mona yang membuat Lucky tidak tahan.
“Aku mau keluar” erang Lucky yang membuat Manoj melepaskan penyatuan di bagian belakang.
Mona melepaskan penyatuan dengan Lucky mengambil posisi jongkok dimana mereka berdua mengarahkan penisnya kearah Mona dan tidak lama kemudian Aya bergabung bersama sang ibu yang berjongkok dimana ketiga pria mengarahkan p***s mereka kepada kedua wanita tersebut dengan cara mengocoknya dan tidak lama cairan putih kental keluar yang langsung diarahkan pada mulut mereka berdua yang terbuka seakan menunggu cairan tersebut.
Mona dan Aya langsung menelannya sesudah semua cairan mereka bertiga keluar, dimana Lucky dan Sukron tidur berpelukan sedangkan Manoj memilih masuk kedalam kamar mandi meninggalkan mereka berdua. Bagi Manoj rasa kedua wanita itu jauh dibandingkan dengan Lia dimana wanita itu bisa memuaskannya dalam banyak hal, bahkan saat memasuki wanita itu tidak merasakan apa pun sama sekali.
“Om, gak mau keluar gitu kemana?” Aya sudah rapi dengan penampilannya.
Aya langsung membersihkan diri setelah melihat Manoj masuk kedalam kamar mandi dimana dirinya memang mencintai pria tua ini, kenapa sampai sang ibu ikut serta dalam permainan tadi semua karena pria yang memberikan kehidupan itu tidak benar – benar mencintai sang ibu dimana cintanya selalu pada istrinya sedangkan pria tua yang dipanggil ayah yang sebenarnya adalah kakeknya sama sekali tidak bisa memuaskan dan ketika sang ibu mengatakan butuh kehangatan Aya memberi tahu mengenai Manoj ini dan pria gay tersebut. Awal mulanya Mona menolak tapi sentuhan Manoj selalu bisa menaklukan banyak wanita sehingga akhirnya masuk kedalam jebakan pria tua ini, Aya menggunakan pakaian sedikit mini membuat Manoj hanya bisa menghembuskan nafas pelan.
Mona sendiri memilih memainkan p***s pasangan gay yang sudah terlelap di alam mimpi tidak peduli dengan apa yang dilakukan oleh kedua orang beda kelamin dan usia tersebut, Manoj yang menatapnya hanya menggelengkan kepala atas apa yang dilakukan wanita itu terlihat dimana tidak bisa menjaga dirinya sehingga rasa vaginanya tidak semenarik Lia.
“Apa mau lelaki lain?” Mona menatap Manoj lalu mengangguk pelan “tunggu sebentar lagi akan sampai.”
Manoj memang mengundang salah satu sahabatnya dimana usia tidak jauh berbeda dan dia memiliki istri disini hanya saja biasa lelaki membutuhkan yang lain, jika wanita ini Lia tidak akan Manoj menyerahkan semuanya dengan sangat mudah tapi wanita ini tidak memiliki malu bahkan rasa vaginanya jauh dibawah standar sama halnya dengan jalang diluar sana belum lagi anaknya yang selalu berpenampilan layaknya jalang.
“Kalian keluarlah” Mona mengatakan sambil mendesah karena meremas payudaranya sendiri “jam berapa teman kamu datang?.”
“Mau aku bantu sebelum teman aku datang?” Mona menggelengkan kepala karena melihat wajah Aya yang tampak emosi “baiklah lebih baik aku pergi dengan Aya membeli sesuatu, ingin apa dirimu?.”
“Obat kuat untuk mereka” menunjuk Lucky dan Sukron.
Manoj mengangguk lalu mengajak keluar Aya dimana melingkarkan tangannya pada lengan Manoj dan tujuan mereka adalah kencan ala anak muda, Manoj sudah memanggil kendaraan online tapi Aya ingin berjalan kaki disuatu tempat membuat Manoj hanya bisa mengikutinya. Satu hal yang tidak Manoj sadari adalah keberadaan Lia disalah satu mobil bersama Scott yang menatap dengan tidak percaya atas apa yang dilihatnya saat ini.
Manoj mengikuti langkah Aya yang entah menuju kemana saat ini sambil memesan kendaraan online, ketika kendaraan online datang dimana mereka langsung berangkat dan Manoj sudah merindukan Lia sangat dalam meski ada kehadiran Aya atau Mona dirumah tetap tidak memberikan perubahan apa pun pada hatinya.
“Om gak mau gitu menikah?” Manoj menatap bingung “aku ingin segera menikah karena bosan menjadi anak dari selingkuhan.”