Garasi

1140 Words
Scott melihat apa yang Lia lakukan memilih untuk menyalakan mesin mobilnya dengan segera harus sampai ditempatnya agar bisa menuntaskan hasratnya saat ini, Lia sangat menggoda ketika memainkan jemarinya di v****a disertai suara desahan yang membuat Scott menggila karena harus membagi fokus antara Lia juga kendaraan didepannya. “Scott ini terasa nikmat dan akan lebih nikmat lagi penismu didalamnya” desahan Lia semakin keras. Scott memberhentikan mobilnya disalah satu rumah dengan membuka pagar terlebih dahulu dan memasukkan mobilnya kedalam garasi dengan tidak lupa menutup garasi serta pintunya, masuk kembali kedalam mobil menatap Lia yang masih memainkan jemarinya keluar masuk. Scott membuka celananya sehingga Lia bisa melihat penisnya, melepaskan jemarinya dimana Lia mendekati Scott memegang penisnya dan langsung dimasukkan kedalam mulut. Gerakan maju mundur Lia berikan pada p***s Scott membuat sang pemilik tidak tahan dengan melepaskan penisnya dari bibir Lia, diangkatnya tubuh Lia dengan meletakkan di bagian depan mobil dan Lia melebarkan kakinya sehingga bisa terlihat bagian dalam vaginanya. Scott memasukkan penisnya secara perlahan dan sedikit merasa takjub dengan Lia meski telah dimasuki berkali – kali dimana vaginanya masih tidak berubah sama sekali malah semakin mencengkram penisnya saat berada didalam. Masuk sempurna kedalam v****a dengan segera menggerakkan perlahan dan Lia berpegangan pada bagian depan mobil, tidak lupa membaringkan badannya agar bisa masuk keseluruhan p***s Scott. Lia mendesah saat bagian dalam mereka bersentuhan dimana terasa jepitan tersebut terasa satu sama lain, Lia membantu dengan menggerakkan pinggangnya dan tidak lama kemudian Lia akan mencapai klimaks terlebih dahulu dibandingkan Scott. “Aku mau keluar” erang Lia membuat Scott mempercepat gerakannya. Tidak lama kemudian Lia membusungkan badannya tanda akan mencapai o*****e dan Scott yang melihatnya hanya bisa diam dengan memegang tubuh Lia sedangkan penisnya masih melakukan gerakan secar perlahan, Lia langsung lemas saat mendapatkan klimaks pertama dan Scott sudah tahu itu semua tapi tidak akan berlangsung lama karena nantinya akan menjadi lebih agresif dibandingkan pertama. “Kita disini atau pindah?” Scott membelai keringat yang ada di dahi Lia pelan. “Disini, sayang” Lia menggerakkan pinggulnya kembali. Gerakan maju mundur didominasi Lia sedangkan Scott membiarkan tindakan wanita ini, didalam sana penisnya seakan dipijat dan juga seakan berada di bibir rahim. Andaikan Lia tidak menggunakan kontrasepsi bisa dipastikan bahwa spermanya akan menghasilkan benih yang bagus, Scott yang tidak tahan semakin mempercepat gerakan penisnya yang berada dalam v****a Lia membuat sang wanita hanya bisa mendesah beberapa kali ditambah meremas payudaranya memberikan kesan seksi pada Scott. “Lebih cepat, sayang” racau Lia sambil menggerakkan cepat dan keras “aku gak kuat, Scott.” Scott menggerakkan semakin cepat agar bisa mencapai klimaks secara bersamaan, mereka berdua sama – sama mengeluarkan kata – kata desahan dan menyemangati satu sama lain. Tidak lama kemudian Scott merasakan spermanya akan keluar membuat dirinya menggerakkan semakin cepat dan secara bersamaan mereka mencapai klimaks dengan semprotan s****a Scott yang masuk kedalam rahim Lia sedangkan Lia sendiri mengangkat tubuhnya saat mencapai klimaksnya yang langsung dipegang Scott agar tidak jatuh. “Kamu luar biasa, sayang” Scott mengeluarkan penisnya. Dapat terlihat cairan mereka keluar dari v****a Lia membuat Scott menunduk dengan menjilatinya, Lia yang mendapatkan perlakuan tersebut terkejut dimana gerakan lidah Scott membuat dirinya merasakan sensasi berbeda. Diremasnya rambut Scott sebagai bentuk bahwa dirinya menikmati setiap gerakan lidah pada vaginanya, tangan Lia yang lain meremas payudaranya agar terasa lebih nikmat. “Ough apa yang kamu lakukan, sayang” Lia mendesah atas perbuatan Scott “ough akh akh kamu memasukkan jari?” ketika merasakan jemari Scott masuk kedalam vaginanya “Scott sayang akh apa yang kamu lakukan.” Teriakan dan desahan Lia tidak dihiraukan bahkan saat ini posisi mereka masih berada di garasi dengan Lia berada di atas kap mobil depan, gerakan lidah dan jemari Scott semakin dalam membuat remasan pada rambut dan p******a Lia juga semakin kencang. Desahan Lia memenuhi ruangan dan semakin mempercepat gerakan yang membuat Lia tidak tahan dibuatnya hingga akhirnya cairannya keluar cukup banyak dimana langsung Scott telan tanpa tersisa. Lia menjatuhkan dirinya diatas kap karena telah mencapai o*****e entah berapa kali, Scott yang melihat tubuh Lia lelah menjadi semakin b*******h tapi tidak mungkin memaksanya karena Lia adalah orang yang dicintainya bukan jalang yang dibayar selama ini. “Kita kekamar” setelah mengatakan itu Scott menggendong tubuh Lia dengan keadaan mereka sama – sama telanjang. “Rumah siapa ini?” Lia menatap sekitar saat berada dalam gendongan Scott. “Rumah orang tua aku dulunya” Lia memandang terkejut “tapi tidak ada yang menempatinya lagi karena mereka sendiri memilih tinggal di desa.” “Lalu saudara kamu?” Lia diletakkan di salah satu sofa yang ada di ruangan ini. “Mereka kerja tapi tidak disini atau membangun keluarga dimana rata – rata tidak berada disini” Lia mengangguk “tapi aku selalu mengisi dan membersihkan rumah ini dimana terkadang aku tinggal disini, kamu suka?.” Lia mengalihkan pandangan pada Scott saat dirinya mengamati rumah ini “ibu kamu suka berkebun?.” “Ayahku dan akhirnya karena tidak ada disini dimana aku yang meneruskan.” Lia mengangguk paham menatap Scott yang di dapur berkutat dengan bahan – bahan, perlahan Lia melangkah kearahnya lalu pandangannya mengarah pada penisnya dimana terdapat cairan mereka berdua. Lia menunduk memegang p***s tersebut yang hampir membuat Scott terkejut, secara perlahan digerakkan tangannya maju mundur lalu didekatkan pada bibirnya dengan memberikan ciuman pada kepala penisnya. Membuka mulutnya untuk memasukkan p***s dimana akhirnya Scott mendesah atas yang Lia lakukan saat ini dengan mendiamkan kepala penisnya dalam mulut dengan tangannya bergerak maju mundur, Lia memasukkan perlahan p***s tersebut dengan memberikan jilatan memutar saat bergerak. Scott mengangkat rambut Lia agar memudahkan melakukan tugas pada penisnya. “Terus sayang oughh kamu luar biasa” desahan Scott semakin keras. Gerakan pada p***s dalam mulut diikuti dengan tarikan pada rambut dimana Scott menikmati apa yang Lia lakukan, Lia sendiri tidak peduli saat Scott memasukkan semakin dalam penisnya hingga mengenai tenggorokan. Gerakan Lia semakin semangat saat Scott mendorong dirinya semakin memasukkan penisnya kedalam mulutnya, tangan Lia tidak tinggal diam dimana memainkan buah zakar dengan cara meremasnya. “s**t kamu luar biasa, sayang” Desahan demi desahan keluar dari bibir Scott diikuti gerakan bibir Lia yang keluar masuk pada penisnya, cukup lama penisnya berada dalam mulut Lia dan semakin cepat gerakan Lia membuat Scott tidak tahan lagi dan akhirnya mencapai klimaks dengan mendorong dalam hingga tenggorokan. Tembakan s****a pada penisnya yang ada dalam Lia cukup banyak tapi Scott tidak membiarkan dengan melepasnya, ketika sudah tidak ada lagi yang akan keluar Scott melepaskannya pelan dimana dapat terlihat Lia membersihkan cairan yang keluar dengan memasukkan kembali dalam mulut. Lia sendiri membersihkan kembali dengan menjilat hingga bersih cairan Scott dan langsung ditelan tanpa merasa jijik, Scott yang melihatnya semakin tidak percaya dibuatnya bahkan jalang yang dirinya bayar tidak ada yang melakukan hal seperti ini. “Kita harus menikah setelah kamu cerai.” Catatan : Terima kasih untuk 500 love hurt you jadi akan ada kejutan update hari ini untuk kalian semua
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD