Di kediaman keluarga Leo.
Leo adalah papa dari Joseon dan Leon. Leo papa dari Leon dan Joseon telah menikah lagi dengan wanita yang lebih muda dari pada mamanya Leon dan Joseon. Sehingga memutuskan tinggal di rumah baru bersama istri mudanya.
Bersama istri mudanya, Leo belum memiliki putra. Leo saat ini sedang bersantai dengan istri mudanya bernama Renta. Renta dulunya adalah seorang artis senior yang awal nya terjerat skandal perselingkuhan dengan suami orang yaitu Leo. Leo yang mengelola bisnis di dunia hiburan tersandung dengan artis nya. Renta lah salah satu artis yang menggoda kesetiaan dari Leo terhadap Tata, mama Joseon. Akhirnya Leo menikahi Renta dengan ijin mama Tata, mama kandung dari Joseon. Tentu saja dengan syarat setengah saham kepemilikan perusahaan atas nama mama Tata, milik nya. Sedangkan dua puluh lima persen masing-masing dengan kepemilikan nama Joseon dan Leon.
Leo saat ini mulai meneruskan bisnis perusahaan milik keluarga nya yang sedari dulu tidak pernah di liriknya. Akhirnya karena dia tidak memiliki saham kepemilikan perusahaan bidang bisnis hiburan tersebut, Leo mau tidak mau ikut mengelola bisnis keluarga nya di bidang Properti. Padahal Leo tidak menyukai nya.
Pada akhirnya tuan Leo harus memaksakan dirinya masuk di dunia bisnis bidang properti. Kalau Leo tidak bekerja, dirinya akan menjadi gembel dan tentu saja istri mudanya tidak akan mau bersamanya karena kehidupan dan gaya Renta yang sebagai artis yang Glamour dan mengikuti mode masa kini.
Sekarang ini tidur di paha istri mudanya, Leo dengan sangat manja bak seperti gaya berpacaran anak muda. Renta mengusap kepala Leo dengan pelan.
“Leo,” ucap Renta.
“Hem!” sahut Leo.Dia mendongak ke atas menatap wajah Renta. Saat ini tuan Leo masih tiduran di atas kedua paha istrinya.
"Lusa ada audisi tokoh-tokoh untuk pemeran film SSS,” ucap Renta. Renta mengawali pembicaraan nya dengan suaminya. Suami yang ia dapat dari merampas suami orang. Walaupun mama Tata mengijinkannya mereka menikah.
"Terus!” sahut Leo. Renta dengan lembut membelai puncak rambut Leo yang lurus. Istri mudanya itu memang paling pintar membuat Leo takluk.
"Boleh kah aku mengikuti nya?" tanya Renta. Dia sebenarnya takut-takut untuk minta ijin kembali terjun menjadi aktris dan berakting.
"Terserah kamu saja! Asal, ketika aku butuh kamu, kamu tidak boleh mencari alasan untuk menolak. Pokoknya akulah prioritas kamu saat ini," kata tuan Leo. Renta tersenyum lebar. Dia merasa lega bahwasanya suaminya itu sudah memberikan ijin pada dirinya untuk kembali terjun ke dunia akting.
"Leo, tolong sampaikan ke putra mu, kalau aku akan mengikuti audisi itu. Aku ingin lolos dalam audisi itu dan menjadi pemeran penting dalam film itu," rengek Renta manja.
"Kamu ingin menjadi apa?" Leo kini duduk dan membenarkan posisi duduknya di sebelah Renta. Renta justru berpindah naik ke atas kedua paha Leo dan duduk di atasnya. Kedua tangannya melingkar di leher Leo, suami nya.
"Tentu saja pemeran utama nya dong! Masak aktris senior memerankan tokoh figuran? Kan enggak banget dong, sayang!" ucap Renta manja.
Bibirnya manyun ke depan seperti ingin di sosor oleh suaminya. Leo bak di cucuk hidungnya pasrah ketika istrinya berusaha merengek meminta sesuatu yang dia inginkan.
"Itu tidak mudah, Renta! Mereka pasti sudah mengantongi nama-nama aktris yang akan menjadi pemeran penting dalam film itu. Lagipula aku sudah tidak bisa ikut mencampuri urusan itu. Jelas kamu tahu, perusahaan itu telah dipegang oleh kedua putra ku Leon dan Joseon," urai Leo.
"Ah sayang! Tapi kamu kan papa mereka! Dan aku ibu tiri mereka. Masa tidak bisa membantu ibu tiri nya populer lagi sih," rengek Renta. Leo mulai menarik barang rokoknya lalu mulai menyalakan nya. Di hisapnya rokok itu dengan tarikan pelan dan seterusnya menghembuskan nya sembarang arah.
"Aku tidak mau terlibat dalam bisnis hiburan seperti itu lagi," sahut Leo terlihat malas dan enggan jika harus merengek meminta tolong pada kedua putranya yang sekarang memegang kendali di rumah produksi itu.
Renta terdiam berusaha memikirkan cara supaya dirinya bisa kembali berakting dan membintangi film penting tersebut.
"Jangan berpikir jorok kamu, sayang! Ingat, kalau kamu sudah jadi istriku. Jangan mendekati kedua putra ku demi ambisi dan ketenaran," tuduh Leo.
Renta melebar bola matanya. Tatapannya tajam ke arah pria dewasa yang masih memiliki sisa-sisa ketampanan di saat masih muda dulu.
"Apaan sih? Leo, kamu menuduhku seperti itu. Mana mungkin aku menggoda anak tiriku sendiri," protes Renta dengan cemberut. Leo menyipit bola matanya.
"Siapa tahu kamu ingin nyari yang lebih muda dan segar. Mengingat aku yang sudah tua dan usia kamu masih muda seumuran dengan kedua putra ku," ucap Leo. Renta makin cemberut dengan pikiran konyol suaminya.
"Ih nyebelin!" gerutu Renta. Leo tiba-tiba tersenyum seraya memeluk pinggang istri mudanya yang menggemaskan.
"Maaf, aku hanya bercanda sayang!" kata Leo.
"Bercanda nya tidak lucu banget," sahut Renta.
"Kamu sudah tahu itu bukan? Dulu aku terjerat percintaan dengan kamu juga lewat itu kan? Kamu ingin aku mengorbitkan nama kamu supaya lebih populer. Walaupun dengan cara instant," ucap Leo.
"Terus, kamu lalu semakin tidak bisa lepas dari aku kan?" sahut Renta.
"Bukan aku! Tapi kamu yang selalu mendekati aku dan menggoda aku terus," ucap Leo. Renta menjulurkan lidahnya.
"Karena kamu punya segala-galanya. Kamu itu sudah ganteng, bodi yang atletis, permainan yang bagus dan yang paling penting punya posisi yang bisa diandalkan. Tapi... tapi itu dulu saat kamu belum setua ini," kata Renta. Sukses ucapan Renta membuat mengerut kening Leo.
"Apa kamu bilang? Aku tua?" sahut Leo.
"Em maksudnya dewasa," ralat Renta.
"Sekarang aku tidak lagi di bisnis dunia hiburan. Semua karena siapa?" kata Leo. Kembali dia menikmati cita rasa batang rokoknya yang masih menyala. Sudah beberapa batang rokok habis dihisap oleh Leo.
"Aku! Aku penyebabnya yah," sahut Renta.
"Lalu apa pengorbanan kamu untuk aku?" tanya Leo.
"Pada akhirnya aku lama vakum di dunia akting dan model. Karier aku mulai meredup!" kata Renta.
"Itu karena kamu di cap menjadi orang ketiga dalam rumah tangga ku," sahut Leo dengan lirikannya. Leo sengaja menggoda istri mudanya lagi supaya cemberut.
"Benar! Tiba-tiba aku merasa jatuh cinta dengan pria dewasa yang umurnya jauh lebih tua daripada Aku. Aku tidak mau lepas dari kamu sayang!" ucap Renta jujur. Leo terlihat melebar senyumnya.
"Itu artinya kamu menyukai aku kan?" kata Leo.
"Iya betul!" ucap Renta tanpa kebohongan.
"Sudahlah! Tidak perlu main film lagi. Menjadi istri baik saja yang patuh dan siap sedia melayani aku. Tanpa mengeluh dan menolak saat dibutuhkan," sahut tuan Leo. Renta nyengir kuda mendengar ucapan tuan Leo.
"Bagaimana dengan Tata? Apakah dia juga sudah menjadi istri yang baik bagi kamu, Leo?" ucap Renta dengan membulat bola matanya.
"Tentu saja! Tata adalah wanita yang baik dan juga ibu yang terbaik bagi kedua putra ku. Tapi sekarang ini aku lebih membutuhkan kamu. Aku menuntut mu supaya bisa menjadi istriku yang terbaik. Tentu saja kamu harus bisa patuh dan sekaligus paling mengerti aku," terang tuan Leo.
"Hem termasuk selalu melayani dan memenuhi keinginan kamu di atas ranjang bukan?" sahut Renta dengan mengedipkan salah satu bola matanya.
"Nah itu kamu sudah tahu! Sekarang kita bosa mulai kan?" goda tuan Leo. Leo memainkan matanya pada Renta. Setelahnya Leo mulai berdiri dari tempat duduknya dan menuju ke kamarnya.
"Ayolah!" Ajak tuan Leo seraya kembali menengok ke arah Renta saat sudah diambang pintu kamar utama mereka.
"Sekarang?" sahut Renta. Tuan Leo mengangguk kepalanya cepat.
"Ih, kamu m***m!" ucap Renta dengan nyengir kuda. Namun akhirnya diapun ikut berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri tuan Leo yang masih menunggu dirinya.
"Ayolah kita mulai!" ucap tuan Leon seraya menggandeng pinggang istri mudanya itu masuk ke dalam kamar utama mereka.
Leo dan Renta masuk ke dalam kamarnya. Mereka melakukan ritual suami istri yang penuh hasrat dan gejolak yang meledak-ledak. Apalagi renta yang masih sangat muda belia akan lebih membuat semangat Leo makin membara. Nyala apinya tidak akan sanggup dipadamkan sebelum mendapatkan cipratan kasih sayang dari wanita mudanya.
"Apakah aku benar-benar tidak diijinkan lagi bermain film?" tanya Renta kembali saat tuan Leo mulai membantu melepaskan dress yang dikenakan oleh Renta. Renta pun telah membantu melepaskan kancing-kancing kemeja kerja yang sejak tadi belum ganti dari pulang ngantor.
"Tidak boleh! Lebih baik kamu tetap di rumah dan biar aku saja yang bekerja. Aku tidak mengijinkan kamu berakting melakukan adegan ciuman dan adegan ranjang. Itu bisa membuat aku terbakar cemburu," urai tuan Leo. Kembali Renta cemberut bibir nya.
"Ah, Leo! Kenapa berubah pikiran sih? Tadi kamu bilang aku boleh ikut audisi dan kembali terjun di dunia akting dan model. Kenapa sekarang jadi melarang ku sih?" protes Renta.
"Maaf, aku berubah pikiran! Sudahlah, kita buat adegan film itu sendiri. Ayo, kita mulai sayang!" sahut tuan Leo yang tiba-tiba membungkam bibir mungil milik Renta yang cemberut.
Setelahnya tuan Leo mengajak Renta menjelajahi indahnya kenikmatan dunia. Di mana dalam perjalanan mereka selalu menjumpai lembah-lembah dan bukit yang menantang. Apalagi Leo pun juga menemukan dia gunung yang di tengah nya ada puncak yang menarik mata untuk dimainkan oleh tuan Leo.