Bab 3 Dekat Dengan Mama

1029 Words
Di rumah keluarga besar Joseon. Joseon sedang berbincang-bincang dengan mama nya di ruang makan. Joseon dan mamanya duduk di meja makan sambil menyantap beberapa hidangan yang sudah disiapkan oleh beberapa pelayan. Mama Joseon memandangi putra nya sedari tadi.Joseon terlihat berbeda hari ini. "Kamu ada masalah apa Joseon?" tanya mama Joseon dengan penuh perhatian. Mama Joseon sebut saja mama Tata figur ibu yang sangat lembut dan perhatian dengan kedua putra nya yaitu Joseon dan Leon. "Mama! Tidak ada apa-apa ma!" sahut Joseon dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Ah mana bisa kamu berbohong dengan mama. Ayolah cerita dong sayang!" ucap Mama Tata. Joseon diam sambil menikmati salad buah. Sedangkan mama Tata menunggu Joseon bicara. Netra nya menatap putra nya yang menyembunyikan sesuatu. "Aku hanya lagi memikirkan seseorang," ucap Joseon akhirnya. Mama Tata tersenyum lebar. "Pasti wanita yah?" tebak mama Tata "Dan kamu menyukainya?" sambung mama Tata. Joseon diam tidak menjawab. "Kalau kamu diam saja berarti benar tebakan mama," ucap mama Tata. Joseon nyengir kuda. Joseon paling tidak bisa membohongi mama nya. "Siapa? Mama sudah mengenalnya?" tanya mama Tata. "Sudah pernah kamu ajak ke rumah ini?" tanya mama Tata. Kerling matanya membuat Joseon menunduk malu. "Belum," jawab Joseon singkat. Mama Tata terkekeh mendengar jawaban putra nya itu. Sejak dari dulu Joseon cenderung pemalu dan kurang percaya diri saat mendekati seorang gadis. Sampai sekarang pun sikapnya tidak berubah. Ini sangat berbeda dengan Leon abangnya yang suka bergonta-ganti wanita. Ketika mama Tata mengetahui ada wanita yang hendak mendekati Joseon tentu saja menjadi senang. Karena Joseon memang harus dipertemukan dengan wanita yang lebih agresif dan inisiatif. "Haduh, mama!" sahut Joseon malu. "Apakah model atau artis kamu?" tebak mama Tata. "Sepertinya begitu," sahut Joseon. "Apakah dia mendatangi kamu?" tanya mama Tata. "Iya! Kemarin di hotel," jawab Joseon. "Dia mau ....," mama Tata tidak melanjutkan ucapannya. Joseon mengerutkan dahinya menatap ke mama nya. "Mama! Tapi itu belum sempat terjadi," kata Joseon. Mama Tata mengerutkan dahinya. Joseon sudah dewasa. Mama Tata takut jika dia tidak normal. "Kenapa? " tanya mama Tata. "Bukankah mama paling mengerti aku?" sahut Joseon. "Iya aku tahu kamu seperti apa," kata Mama Tata. " Ketika kami saling melihat dan menatap. Kami sama- sama terkejut. Lalu dia berlari keluar dari kamarku," cerita Joseon. Mama Tata menyipitkan bola matanya. "Ada masalah apa?":tanya mama Tata. "Dia kawan masa sekolah aku, ma!" kata Joseon. "Kami dulu saling kenal dan akrab. Aku diam- diam menyukai nya. Namun dia sudah mempunyai kekasih saat itu. Akhirnya aku hanya bisa memendam rasa ini saja, ma," cerita Joseon. Mama Tata menyimak cerita Joseon dengan serius. "Tapi kamu bahagia kan bisa bertemu lagi dengan dia?" tanya mama. "Senang namun juga merasa bersalah," ucap Joseon. Kembali mama Tata menyipit bola matanya. "Sebelum aku melihat wajah wanita itu yang ternyata adalah wanita yang selama ini aku sukai. Aku telah banyak menghinanya, merendahkan nya, sampai dia menangis," terang Joseon. "Oh ya Tuhan!" sahut mama Tata. "Tapi, kenapa dia datang jika setelah itu pergi meninggalkan kamu?" sahut mama Tata. "Mungkin dia terpaksa," jawab Joseon. "Dia menangis ketika aku begitu merendahkan nya," kata Joseon lagi. Joseon semakin jauh curhat dan menceritakan semua pada mama nya. "Siapa namanya?" sahut mama Tata "Sidra!" jawab Joseon singkat. "Joseon! Bukankah dia salah satu artis kamu? Carilah dia dan datangi lah. Lalu minta maaflah sayang!" usul mama Tata. "Apakah dia mau?" ucap Joseon. "Coba saja!" jawab mama Tata. "Apakah aku perlu mengancamnya?" kata Joseon. Kedua mata mama Tata membulat sempurna. "Joseon, itu bukan sifat kamu, sayang!" sahut mama Tata. Dia langsung mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang. "Siapa namanya?" Mama Tata bertanya kembali. "Sidra," jawab Joseon singkat. Mama Tata menghubungi Ola. "Halo Ola! Ada artis kamu yang bernama Sidra? tanya mama Tata. Hem, bawa anak itu kemari. Aku ingin berkenalan dengan nya," sambung mama Tata. "Di rumah aku saja yah! Oke?" ucap mama Tata. Joseon menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Tahapan nya penuh tanya pada mama nya. Mama Tata tentu sangat paham arti pandangan mata Joseon. "Mama hanya ingin berkenalan saja dengan dia. Tenang saja," ucap mama Tata dengan tersenyum lebar. "Tapi ini seperti kekanak-kanakan saja," kata Joseon. "Mama hanya ingin berkenalan saja, Joseon! Selain itu mama ingin melihat bagaimana kemampuan akting nya," ucap mama Tata. "Tapi, ma!" sahut Joseon. "Sudah! Kamu jangan khawatir! Mama tidak akan menyakiti dia. Aku hanya ingin melihat potensi dia saja dalam berakting," kembali mama Tata menjelaskan tujuan menyuruh Sidra datang ke rumahnya. "Aku pastikan dia akan menjadi pemeran utama film yang akan digarap itu," gumam mama Tata. "Benarkah ma?" sahut Joseon. " Tentu saja! Tapi mama harus pastikan kemampuannya dulu," kata mama Tata. "Terima kasih mama!" sahut Joseon. Joseon mendekati mama nya lalu mencium pipi kanan kiri mama nya. "Aku boleh melihat nya diam- diam kan ma?" tanya Joseon. Pertanyaan Joseon terdengar aneh di telinga mama Tata. "Melihat apa?" sahut mama Tata dengan mengerutkan keningnya. "Mama? Tentu saja melihat Sidra," sahut Joseon. "Melihat Sidra berakting?" kata mama Tata. Joseon mengangguk cepat. "Ehh.. baiklah! Tapi kamu melihat dari jauh saja. Lihat dari CCTV," ucap mama Tata. "Kamu mau dia akan terkejut dan lari jika kamu ada di dekat mama? Kelihatan sekali kamu begitu menyukai nya yah?" ucap mama Tata. "Mama, dia cinta pertama aku ma! Namun aku tidak punya keberanian mengganggu nya karena saat itu dia sudah memiliki kekasih," Joseon kembali mengakui perasaannya terhadap Sidra. "Kasihan sekali, putra ku ini," sahut mama Tata. "Ah mama. Kapan Sidra kemari ma?" Joseon terlihat tidak sabaran. "Sebentar lagi! Ola sedang menghubungi dia," jelas mama Tata. "Baiklah! Kabari aku kalau dia kemari ma! Aku mau ke kamarku terlebih dahulu.Oh iya, mama tidak menyuruh Jojo si sutradara film itu? Biar dia juga ikut menilai kemampuan Sidra dalam berakting. Layak tidak jika menjadi pemeran utama di film garapan nya," kata Joseon. "Hem Oke! Jadi audisi diadakan hanya mencari pemeran tokoh pembantu dan tambahan saja bukan? Kita sudah mengantongi pemeran utama wanita nya," ucap mama Tata. "Pemeran utama pria nya biar aku saja ma!" sahut Joseon. "Kamu ini? Ngapain jadi aktor? Capek-capek main film," protes mama Tata. "Biar aku bisa intens bertemu dia, ma!" jawab Joseon. "Mama meragukan akting kamu!" sahut mama Tata. "Astaga!" sahut Joseon dengan menggaruk kepalanya. Joseon bergegas naik tangga menuju ke kamarnya. Sedangkan mama Tata yang melihat tingkah putra nya justru cekikikan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD