30. Dilema di tengah penderitaan

1352 Words

Lidah api yang menjilat altar *Jantung Glitch* akhirnya melepaskan mangsanya, namun ia meninggalkan jejak kehancuran yang tak terperikan. Terea jatuh ke pelukan Kinry dengan sisa tenaga yang nyaris habis. Tubuhnya yang biasanya memancarkan aura kesejukan kini terasa panas membara, kulitnya yang lembut di bagian lengan dan punggung telah melepuh, berubah menjadi warna merah kehitaman yang mengerikan. Aroma daging terbakar menyeruak di antara uap sulfur, menciptakan atmosfer yang mencekam. "Terea... bertahanlah... kumohon, bertahanlah," bisik Kinry, suaranya parau dan bergetar hebat. Terea meringis, setiap helai napasnya adalah perjuangan melawan rasa sakit yang membakar saraf-sarafnya. Ia mencoba tersenyum, namun otot wajahnya yang kaku karena trauma panas hanya mampu membentuk gurat kesa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD