Sensasi terjatuh itu tidak terasa seperti gravitasi, melainkan seperti ditarik paksa melalui lubang jarum yang sempit. Cahaya putih menyilaukan dari altar *Jantung Glitch* dan teriakan murka Aries tiba-tiba lenyap, digantikan oleh kesunyian yang berdenging. Kinry membuka matanya dengan susah payah. Ia merasa tubuhnya mengambang di ruang hampa yang tidak memiliki atas maupun bawah. Di dekapannya, Terea masih merintih kecil. Serum perak misterius yang tadi ia pecahkan tampak bekerja dengan cara yang aneh; luka bakar Terea tidak menghilang secara instan, melainkan tertutup oleh lapisan kristal transparan yang menghentikan pendarahan dan rasa sakitnya. "Terea... kau masih bersamaku?" bisik Kinry, suaranya terdengar bergema seolah dipantulkan oleh ribuan dinding kaca. "Panasnya... sudah berk

