Pagi itu, langit yang biasanya cerah oleh pendar energi restorasi tiba-tiba berubah menjadi abu-abu statis. Di seluruh penjuru dunia, jutaan orang yang sedang mencoba merapalkan sihir pembangunan atau sekadar bermain dengan elemen api untuk menyalakan cerutu, terkesiap. Layar antarmuka mereka yang biasanya berwarna emas transparan—simbol otoritas penuh—kini berkedip merah dengan satu baris pesan yang dingin: **[PERINGATAN: Protokol Keamanan 'Moralitas' Diaktifkan.]** **[Status: Akses Administratif Level 4 (Destruktif & Restoratif Skala Besar) Dibatasi.]** **[Alasan: Pelanggaran Etika Kemanusiaan dan Erosi Empati Publik.]** Seketika, "keajaiban" yang selama ini dianggap sebagai hak lahir baru itu terputus. Para pemain yang sedang mengangkat balok-balok gedung hanya dengan pikiran merasa
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


