Edgar mengerutkan keningnya saat melihat Zalfa yang tidur di sofa, iapun memberi isyarat kepada si kembar untuk tidak berisik.
"Mama pasti capek yah, Pa?" Tanya Rengga, Edgar hanya mengangguk. Lalu Edgar menggiring dua bocah itu untuk duduk di karpet, memakaikan baju untuk keduanya, sebelum mereka kedinginan.
Aroma khas bayi membuat Edgar gemas dengan dua batita itu, Lalu dirinya mengambil gawainya.
"Ayok kita selfie" Ajak Edgar, si dua bocah saling berpandangan.
"Selfie itu siapa, Papa?" Tanya Rengga dengan polosnya, Edgar tersenyum. Lalu memberi arahan kepada si kembar.
Edgar duduk di antara si kembar, lalu ia mengambil gambar,
"Coba katakan Cheese" Interupsi Edgar kedua anak itu mengikuti.
Mereka berfoto bersama.
Edgar mengunggah foto tersebut ke sosmednya. Dengan caption
"Anak Papa ganteng-ganteng"
Edgar yang menjadi selebgram, sebab dirinya yang suka menulis di akun Youtube nya, membuat banyak komentar yang membanjiri akun Instagramnya.
Banyak pertanyaan yang di tujukan kepadanya, namun Edgar mengabaikannya, biarkan mereka menduga. Ia ingin melihat seberapa besar komentar dari netizen.
***
Siangnya mereka berjalan-jalan di Mall, Mereka membeli baju yang senada, membuat dirinya seakan satu keluarga yang nampak harmonis.
"Nanti kalau Mama sudah pindah luar kota, dan Papa mulai pendidikan calon anggota kepolisian, dek Rengga dan Kak Rangga, nggak boleh nakal ya sama Kakung dan Uti" Edgar menasehati, Si kembar hanya mengangguk, keduanya memang penurut sekali. Mereka juga sudah tahu, Jika Mamanya akan pindah kerja di luar kota.
"Mama dan Papa berpisah, ya?" Tanya Rengga.
"Pisah untuk sementara, Sayang, " Ucap Edgar, ia mengelus rambut hitam Rengga.
"Iya baiklah, tapi Papa janji, kalau libulan lagi, kita di ajak jalan-jalan yah, Pa" Pinta Rangga.
"Iyah Sayang, sekarang kita puas-puasin mainnya, lusa Papa harus pindah sekolah"
"Papa aku keren, Papa seorang polisi. Kalau akylu udah besar, aku mau jadi kaya Papa" Celoteh Rengga.
"Aku mau jadi Doktel, bial bisa sembuhin olang sakit" sahut Rangga.
"Apapun cita-cita kalian, Papa dan Mama akan dukung, yang penting, kalian harus rajin belajar, selalu berdoa dan nurut sama orang tua. Okey?"
"Siap. Laksanakan!" Jawab Rengga, ia menaikan tangan kanannya, bersikap hormat.
"Angga juga siap, Papa" Balas Rangga, membuat Edgar dan Zalfa tersenyum melihat keceriaan mereka.
Mereka kini sedang berada di restoran khusus ece cream, Lalu mereka akan bermain di kids fun setelah menghabiskan ice cream tersebut.
Sebelum mereka bermain, Edgar membeli kartu Kids fun sebagai alat untuk menggunakan permainan, tanpa harus memasukan koin. Ia juga mengisi saldonya, Hingga mereka bisa main sepuasnya tanpa takut saldonya habis.
Canda dan tawanya terpancar dari sorot matanya, mereka nampak antusias bermain, ini adalah kali pertamanya mereka bermain. Sebab Mamanya memang jarang mengajak si kembar keluar. Zalfa memang orang yang tak begitu suka dengan keramaian. Dirinya yang seorang janda memang tak menyukai bepergian ke luar rumah.
Zalfa mengambil ponselnya, ia mengabadikan ketiganya bermain dengan sangat antusias dan bahagia. Ia juga memvideo canda tawa mereka.
Edgar yang memang masih remaja, ia begitu nampak bahagia, bermain dengan dua bocah kembar tersebut, Edgar juga sepertinya jarang bermain, hidupnya terasa lempeng saja, pulanh sekolah dia langsung pulang ke rumah. Sebab itu Edgar selalu di anggap robot, sikap dinginnya yang terkesan kaku, mahal senyum membuat tak ada yang betah dengan dirinya. Namun di sini, Zalfa meligat senyum bahkan tawa Edgar yang menurutnya sangat mempesona itu, Bahkan ada dua anak perempuan remaja yang mendekatinya, Edgar bersikap acuh, ia mengabaikan dua gadis tersebut.
"Papa... Ayo pindah main" Ajak Rengga, seketika itu dua gadis yang berusaha ingin berkenalan dengannya bersemu merah, sebab malu.
"Siap Sayang, mau main apa?" Tanya Edgar, mensejajarkan posisinya dengan dua bocah kembar tersebut.
"Pengen main balapan motor kaya kakak itu, Papa" Tunjuk Rengga, kepada dua anak laki-laki seusia SD bermain balap motor.
"Hayuk" Ajaknya, tanpa memperdulikan dua gadis yang masih terbengong.
"Sayang, ayok!" Panggil Edgar, ke Zalfa yang berdiri dari jarak yang cukup jauh dari Edgar. Membuat Edgar harus berteriak juga, sebab bisingnya alunan musik yang menggema.
"Habis ini karokean, Ya?" Ajak Edgar, Zalfa hanya bisa mengulum senyumnya.
"Mau Pa, " jawab Rangga,
"Kamu tahu karokean?" Tanya Edgar, Rengga dan Rangga bersamaan mengangguk.
"Iyah Papa, 'kan Mama tak pelnah ajak kita main kelual, jadi mama suka ngajakin kalokean di lumah" Jawab Rangga.
"Oh ya, terus bagaimana suara Mama?" Tanya Edgar, melirik ke Zalfa, yang ternyata dirinya lagi fokus dengan ponselnya.
"Suala Mama kaya anak kecil" Jawab Rangga, dan di anggukin Rengga.
"Memang nyanyi apa?" Tanya Edgar, penasaran.
"Macem-macem, lagu anak-anak Papa" Jawab Rengga. Edgar otomatis tersenyum, karena lagu-lagu anak yang dia nyanyikan, mungkin suaranya di buat mirip anak kecil Edgar semakin penasaran. Bagaimana suara Bu Zalfa jika bernyanyi.
Dua anak SD yang sudah selesai bermain balap motor melalui layar monitor tersebutpun turun, dan gantian Edgar dan yang lain bermain.
Edgar dan Zalfa naik ke badan motor mainan,
Edgar dengan Rengga, dan Zalfa dengan Rangga. Ke empatnya nampak serius bermain. Dan tidak di sangka,,Zalfa pemenangnya.
Edgarpun mengajak ke tiganya bermain karokean, ia pesan ruangan khusus keluarga. Zalfa sedikit terkejut saat menyadari bahwa ruang tersebut adalah ruang privacy karoke keluarga.
Edgar mengambil remote, lalu memilih lagu yang akan di nyanyikan bersama. Sebua lagu twingkle twingkle little star mengalun indah di ruang kedap suara tersebut, si kembar hapal betul dengan lagu tersebut.
Lalu ia pun memutar lagu kedua, sebuah lagi dari Arash, Broken angel.
Sesaat Zalfa terkejut dengan suara indah Edgar, ia seperti tersihir dengan suaranya tersebut. Merdu dan enak sekali di dengar, Zalfa sampai memejamkan matanya menikmati lagu tersebut.
"Bunda ngantuk? " tanya Edgar, Zalfa yang di tanya langsung tergagap.
"Hah, apa?" Tanya Zalfa, tergagap.
"Bunda ngantuk?" Tanya Edgar sekali lagi,
"Eh nggak, siapa bilang?" Zalfa balik bertanya.
"Kok merem tadi? ada yang di bayangin?"
"Eh nggak, cuma sedang menikmati, suaramu bagus banget, bikin aku ngantuk" Jawab Zalfa,jujur.
" Ah masa sih" sanggah Edgar, Zalfa malah mencibirnya.
Edgarpun memutar sebuah lagu manca kembali. Dari Celine Dion. Dan meminta Zalfa untuk menyanyikan, sama halnya Edgar, ternyata suara Zalfa tak kalah merdu, membuat Edgar terharu, sebab Zalfa seakan sudah mau terbuka, dirinya di depan Edgar, ia tidak malu-malu lagi. Seakan ia memperlihatkan dirinya yang sebenarnya, tidak terllu menjaga image. Dan Edgar menyukai itu, lagu demi lagu mereka putar. Hingga tak terasa hampir dua jam mereka bernyanyi, sampai suaranya serak. Zalfa dan Edgar saling berpandangan, ternyata si kembar sudah tidur nyenyak di tangah bisingnya suara musik.
Merekapun memutuskan kembali ke hotel, rencananya mereka akan pulang besok pagi ke Kota tempat tinggalnya.
Sedangkan Ayah Edgar, sudah kembali sejak pagi tadi, Edgar tak memperdulikan akan hal itu. Ia sangat kecewa dengan kelakuan Ayahnya.
Edgar tak tahu, ada cerita apa di balik perselingkuhan Papanya.
Ia segera menginjak gas, dan mobil melaju keluar, parkiran mall tersebut. Si kembar tidur anteng di kabin belakang. Zalfa sendiri cukup lelah, namun waktu masih cukup panjang untuk beristirahat, sebelum mereka kembali lagi ke pantai untuk melihat matagari di makan laut, menurut si kembar.
***
Setelah hari yang panjang, yang mereka isi dengan permainan di lautv, di mall juga tempat karoke di dalam mall, mereka mengemasi barang-barang mereka, sebab besok pagi mereka akan kembali pulang.
Selesai memasukan barang-barang mereka, dan memastikan tidak ada barang yang tertinggal, juga menyiapkan baju ganti mereka yang akan di pakai pulang, merekapun istirahat. Seperti biasa si kembar akan meminta Edgar menemaninya tidur di sampingnya. Dengan membacakan cerita-cerita dongeng pengantar tidur.
Merasa lelah dan ngantuk, Edgarpun terlelap di samping Rengga, sama halnya juga dengan Zalfa, iapun ikut terlelap di sebelah Rangga. Mereka tidur di satu ranjang.