Video call

1180 Words

Malam itu Zalfa tak bisa tidur, ia hanya berguling-guling, ke kiri dan ke kanan. Menatap ke langit-langit, sungguh ia sangat merindukan Edgar, suami berondongnya. Seharian ini tak ada pesan yang masuk. Mungkin saja ia sibuk, apalagi status pernikahan yang di sembunyikan, membuat hubungan jarak jauh yang tak bisa bebas. Ia jadi ingat, kenapa dirinya bisa sampai ke Solo, kenapa pindah tugasnya ke kota ini? Sungguh jauh dari kota kelahirannya. Sungguh jauh dari anak-anaknya dan juga kedua orang tuanya, itu sangat menyiksa. Tiba-tiba bayangan David saat mengungkung dirinya di toilet melintas. Zalfa memejamkan mata, baru dua hari di SMA Solo, namun rasanya sungguh tak betah. Tak terasa air beningpun merembes dari kedua mata indahnya. "Astaghfirullah.." desahnya. Seketika itu gawainya berge

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD