Chapter 22 - KEVIN PRIYAWAN

985 Words

"Tak ada lagi airmata yang dapat kau timba, Kekasih, karena sungguh rinduku padamu kini telah menyumur tanpa dasar." Sujiwo Tejo ••••• Kakiku melemas mendengar semua ucapan mereka yang tak sengaja kucuri dengar. Yaampun, ternyata sebenci itu mereka terhadapku. Bahkan sampai berniat membunuhku. Tidak puaskah mereka sudah menghancurkan masa kecil sampai remajaku. Sampai aku harus hamil disaat remaja lain sedang asik-asiknya bermain. Tidak boleh menangis Diana, tujuan utamamu datang ke Jakarta adalah untuk menemui kak Kevin. Fokus, jangan cengeng - batinku Hari ini tugasku harus menemui Kak Kevin. Aku butuh penjelasan dari semua yang terjadi. Semoga saja rumah kak Kevin masih di sana, belum berpindah. "Permisi pak, apakah ini rumah Kevin Priyawan?" tanyaku pada satpam rumah. "Betul

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD