Minyak Wangi sampai kwitansi (POV SIFA) “Sepertinya Mas Rio puber kedua Mbak, Hahahaha!" tawa Maya membahana memenuhi ruang tamu Sifa. "Tumben amat suamimu Pak Ustad kw lima dandan rapi, sampek kaget aku. Kesambet apa? Jin dan Jun? Kek masa puber, masak iya dia baru puber ya mbak! Telat amat pubernya!” cerocos Maya. Aku hanya tertawa mendengar celotehannya. Ternyata bukan aku saja yang menyadari perubahan. Jika seseorang yang pendiam berubah efeknya akan sangat besar. “Siapa yang mau sama Mas Rio selain aku May? Tau sendiri Mas Rio itu pendiam. Seneng diem, susah diem! Punya duit diem, gak punya duit diem, siapa yang betah? Tak jamin ndak ada yang kuat menghadapinya kurang dari satu kali dua puluh empat jam selain aku” selorohku. Maya mengangguk menyetujui pernyataan ku. Diakui atau

