Semua mata menatap ke arah si arkeolog. Lelaki itu memperhatikan kelima perempuan yang berdiri di seberangnya. Ada Marri, Tami, Emica, Haru dan Seina. Sedangkan Nara berdiri agak jauh agar tidak terlihat. Strategi itu disengaja agar si arkeolog tidak tahu kalau Nara akan bersaksi mengenainya. Mata arkeolog itu memicing. Ia menajamkan penglihatannya memperhatikan satu persatu perempuan tersebut. Ia pun menyeringai dan menunjuk ke area tengah. Semua orang secara otomatis mengikuti arahnya telunjuknya terangkat. Rei mengerutkan keningnya. Tami? Emica? Haru? Si-siapa? Ia memperhatikan ekspresi si arkeolog dan kemudian kembali memperhatikan arah telunjuknya. Haru? Ahh!!! Siapa sih? Rei mulai tidak sabar. "Si-siapa?" tanyanya. "Kiri, kanan, tengah? Yang mana?" Mi

