KITA, SAAT INI

1540 Words

Ryu membelai rambut Rei berulang kali. Kekasih hatinya itu bersandar manja di dadanya. "Kamu ingat sekarang? Hari itu..." Ryu mencubit hidung kekasihnya. Rei tiba tiba merasakan air mata mengalir di pipinya. "Ka-kamu menangis? Aku sudah bilang jangan menangis karena aku," Ryu menghapusnya dengan telunjuk dan ibu jarinya. Rei menatapnya, "Aku tidak menangis karena kamu..." Ia langsung terisak. "Aku hanya marah pada diriku sendiri. Aku melupakan semua itu.." Rei melingkarkan kedua tangannya di d**a Ryu. "Maafkan aku." "Tapi.. Kenapa kamu ghosting? Kenapa kamu sama sekali tidak mengirimkan pesan kepadaku?" Rei tak hanti terisak. "Hari itu, coach marah padaku Rei. Dia merampas ponselku. Aku tidak bisa menghubungimu hingga berminggu minggu, karena setelahnya aku masuk karantina,"

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD