Rei berdehem. "Ehm... Aku turunkan dulu karet boxer mu ini," Rei melirik sekilas ke arah Ryu. "Hanya karet.." Ryu tersenyum lebar, "Hati hati.. Si juniorr akan membesar Kirei." Rei langsung merah padam. Ia malu sendiri. "Tahan.." Rei mengatupkan bibirnya menahan rasa. Ryu hanya tertawa, "Mana bisa.." Area perut Ryuga yang kencang dengan otot roti sobek lalu panggul yang terasa kokoh itu begitu menggodanya. Rei menurunkan area karet boxer sehingga memperlihatkan bagian bawah perut Ryuga. "Ehm," Rei kembali menatap Ryuga yang diam diam tersenyum menatapnya. "Jangan senyum senyum sendiri," Rei dengan gugup menahan karet boxer. Ia mulai menuliskan sesuatu di permukaan kulit kekasihnya, "Aku akan meninggalkan tanda di area terlarang ini." Ryuga tertawa, "Apa kamu akan menuliskan

