Rei terbangun dengan kaget karena ada pemandangan yang membuatnya menutup mata. Selimut yang menutupi tubuhnya dan Ryu terangkat akibat 'senjata' kekasihnya tidak dalam posisi netral. "Ahh! Ryu!!!" Rei memukul mukul lengannya berulang kali. Ryuga tergelak melihat tingkah Kirei, "Ada apa?" "Tolong, gencatan senjata please," Rei mencubit hidungnya. "Setiap pagi memang seperti ini," Ryu berbaring menyamping sambil mendekap tubuh Rei masuk ke dalam pelukannya. "Ryuga!!! Gencatan senjata! Aku bilang apa.." Rei berteriak dan meronta. Ia merasa geli sendiri ketika bagian yang memanjang itu menyentuh permukaan kulitnya. Tapi Ryu malah dengan sengaja mendesak masuk agar tubuh Rei tidak bisa bergerak bebas. "Ahh.. Kamu ya.. Ryuga Guinendra," Rei mulai kesulitan melepaskan diri. "Percum

