DUA PILIHAN, SATU HATI

1011 Words

Rei berlari masuk ke dalam gedung kantornya. Sudah ada beberapa orang yang berseliweran di ruangan besar tersebut. Saat ia duduk di kubikalnya, matanya menangkap ada satu jinjingan berisi roti kukus dengan selai kaya kesukaannya. Siapa yang menyimpannya? Rei memperhatikan sekelilingnya yang tampak acuh tak acuh. Tidak ada yang memperhatikannya. Hmm.. Ia mengangkat roti tersebut keluar dari jinjingannya, ternyata di bagian bawahnya ada selembar kertas dengan tulisan tangan seseorang. Rei pun membacanya. Have a nice morning. Jangan lupa sarapan. - Enji. Tanpa sadar, Rei menghela nafas panjang. Ia merasa tidak enak pada Enji. Aku harus membicarakannya secara langsung. Ini tidak bisa dibiarkan. Apalagi ada Ryu sekarang. Tiba tiba saja, Rei tersipu malu mengingat betapa p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD