Nara merenungkan ucapan mamanya. Kata kata yang keluar dari mulut mamanya terus terngiang ngiang di benak pikirannya. Kamu jangan mau kalah dengan lelaki itu! Dia tidak berhak mendapatkan segalanya! Kamu yang lebih berhak! Kamu! Hhh.. Nara terdiam di rerumputan halaman belakang rumahnya. Aku sudah mengikuti keinginan mama dengan berkuliah di jurusan manajeman, lalu melanjutkan jenjang magister jurusan manajemen. Padahal... Ahh... Aku inginnya belajar seni. Lelaki itu dan istrinya memang membuat kesal. Mereka seperti kurang kerjaan, tapi papa... Ah, sudahlah... Setidaknya dengan aku mengambil manajemen, papa juga lebih tenang. Papa selalu bilang ingin mencari orang yang tepat untuk melanjutkan usahanya. Padahal, sudah saja sewa profesional daripada memaksakan diri mencari pe

