Chapter 18 - Godaan Iblis

2125 Words

Kekesalan Henry seketika luluh lantah, tergantikan oleh rasa iba ketika dirinya melihat bagaimana sedih dan khawatirnya Tamara. Rasa bersalah ikut memenuhi hatinya setelah dia membentak Tamara dengan nada bicaranya yang tinggi serta raut wajahnya yang garang. Dihelanya nafas panjang untuk lebih meredam emosinya. “Maaf, aku tak bermaksud memarahimu. Aku cuma lagi panik,” gumamnya. Tamara memandang Henry kembali dan menggeleng. “Aku yang seharusnya minta maaf padamu. Aku sudah mengacaukan permainan ini dengan sok-sokan bisa baca peta dan pakai kompas. Padahal benar yang kamu bilang tadi. Wanita sepertiku memang tidak pandai membaca peta,” ucapnya getir. “Sudahlah, semua juga telah terjadi. Kita bisa berbuat apa? Memutar-balikkan waktu?” tenang Henry. Diusap-usapnya punggung Tamara. “Yang p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD