Tamara tak mau mengingkari perasaannya. Tidak bisa dipungkiri, karena Henry ada bersamanya sekarang, dia jadi bisa sedikit merasa lega. Dia jalan di belakang Henry sembari menatapi pundaknya yang lebar. Sesekali dia menoleh ke samping kiri dan kanannya, sekadar untuk memastikan kalau hutan tempatnya bermain permainan mencari ‘harta karun’ itu benar-benar aman. “Yang aku heran, kenapa tim moderator tidak memberikan kita obat-obatan darurat, ya? Minimal obat merah, alkohol dan plester cepat. Kalau ada peserta yang jatuh dan luka bagaimana?” protes Tamara. “Mungkin karena jarak antara satu pos dengan pos yang lainnya tidak terlalu jauh. Atau mungkin juga karena hutan ini sudah dipastikan aman, makanya tim moderator memutuskan untuk tidak memberikan kita obat-obatan darurat,” ujar Henry sant

