episode 2: "direncanakan atau kebetulan?"

1922 Words
tengkh.. tengkh.. bel masuk pun berbunyi, semua karyawan berkumpul ke grup nya masing-masing. hmm, ini dia hari yang melelahkan akan dimulai. semua leader mulai memberi arahan tentang apa saja yang harus dilakukan hari ini. "oke kalau tidak ada pertanyaan, kita bisa langsung mulai. ingat ya bekerja lah dengan hati hati dan ingat selalu cek sebelum dan sesudah proses nya. semangat pagi" kata pak puji leader ku dengan semangat "pagi! pagi! pagi!" balas semua anggota terkecuali aku. lagi pula untuk apa bersemangat jika kita selalu mengerjakan hal sama setiap hari. "putri, tolong panggil si emm siapa ya namanya .. oh si Husen Setiawan ke sini" kata pak puji ke putri. "baik pak" "loh sana panggil anaknya, kenapa diem disini?" "emm itu pak, anaknya sudah ada di sebelah bapak" kata putri sambil menunjuk ku. "hah?.. oh iya ya cepet juga kamu manggilnya put" ya ampun, cepat dari mana. padahal aku sudah dari tadi di sebelah nya. "kalian berdua hari ini pindah grup ke grup 2, langsung ke ruang nya aja" "baik pak, kami permisi dulu" "oh ya husen, tolong jaga putri ya. kalau ada yang godain dia lapor ke bapak" "em anu pak, husen yang itu bukan saya" "loh, iya ya? walah haha muka nya pasaran sih. yaudah sana" "agh. orang itu selalu saja meledekku" gumam ku putri hanya tertawa kecil. ya memang bisa dibilang aku hampir tidak pernah terlibat kontak apapun pada grup ini terkecuali kak putri dan ari. jadi wajar saja mereka kurang mengetahui tentang ku. lagi pula ada apa lagi ini kenapa aku dan kak putri harus dipindahkan ke grup 2. grup yang bertugas menyelidiki penyebab terjadinya produk reject. "oh iya rang, pulang nanti kita setelah belanja kita ke bioskop ya" kata kak Putri nonton bioskop, aku sampai lupa terakhir ke bioskop kapan. lagi pula aku sudah tidak menyukai film. agh, menonton film membuat ku berimajinasi kalau hidupn bisa sebahagia itu. berharap pada hal yang tidak pernah ada. menjadikan imajinasi sebagai pelarian. "enggak deh kak kalau nonton" "yah, kenapa?" kata kak Putri sambil melirik ku. "aku paham kok sen, kamu masih belum bisa melupakannya" katanya, lalu ia mengetuk pintu ruang grup 2. seolah tidak ingin meneruskan pembicaraan dengan ku bukannya aku belum lupa, tapi memang aku tidak bisa melakukannya. dulu sekali, aku memiliki tujuan. memiliki sebuah harapan. aku berusaha keras untuk itu, menahan semua penderita melakukan banyak pengorbanan untuk seseorang. dia istimewa, dengan segala kekurangannya. aku tulus padanya tapi dia meninggalkan ku saat aku sudah tidak punya apa apa, tujuan, harapan, semuanya dia bawa pergi. dia membuat ku hancur. itulah kenapa aku tidak ingin percaya dan bergantung pada orang lain. aku tidak ingin menjalin apapun dengan orang lain. karena pada akhirnya kita akan saling melupakan. setelah mendengar instruksi, aku mengerti. satu anggota dari grup ini cuti melahirkan dan satu lagi risgn. ya sudahlah, di grup ini hanya beranggotakan 5 orang. artinya aku sudah tidak bisa menghindar dari tugas dan masalah yang akan terjadi. tapi aku heran kenapa aku yang di pilih menjalankan tugas penyelidikan masalah reject. kalau kak Putri wajar saja, dia kan anak emas. sedangkan aku. agh, padahal aku selalu menghindar dari masalah sekarang malah aku yang harus menemukan masalah. seperti nya aku terpaksa harus bekerja keras. ... "ri, si Husen kemana?" tanya putri "lah tadi kan sama lu, gua sih dari tadi ga liat dia disini" jawab ari. "iya sih, tapi dia bilang mau ke toilet. gua kira dia langsung kesini." "kenapa put? tumben nyariin dia?" "ah itu emm" jawab putri gugup "paling masalah kerjaan, emang lu ga tau kan mereka berdua sekarang jadi member grup 2" kata oky yang tiba-tiba muncul dan ikut bergabung duduk di meja makan kantin. "emm iya masalah kerjaan" kata putri "kak, permisi." kata seseorang pada putri. "oh kamu, kenapa?" jawab putri. ... hmm, kalau ikut makan di kantin pasti kak putri bakalan memaksaku ikut ke bioskop. dia sendiri tau aku yang sekarang lebih menyukai tiduran sambil mendengarkan musik di kos daripada harus berkerumun di keramaian. agh kenapa ya perempuan senang sekali memaksa dan kenapa juga dia sekarang pakai aku kamu. agh.. sebelumnya. tengh.. tengh.. tengh.. "sen, ayo ke kantin" ajak kak putri "hmm" "oh iya, soal belanja tadi jadi kan?" "jadi, gua juga mau beli bahan pokok" "emm, kamu benar ga mau nemenin aku nonton?" kata kak Putri. "kak, gua duluan ya. pengen ke toilet dulu" kata ku sambil bergegas ke toilet. .. "ehmm" kata seorang memecah lamunan ku. "agh mau apa lagi perempuan ini, dia pasti mau ngomel karena aku mengatakan nya amatir tadi pagi. lebih baik aku abaikan saja. bersikap seolah tidak ada siapa siapa. skill 2 aktif kan." kata ku dalam hati. "ekhemm" kata perempuan ini sambil mendekatkan ke arah ku. "perempuan ini mau nya apa sih, agh. dia malah semakin mendekat. hush hush hush, pergi sana." kataku dalam hati. perempuan itu pun semakin mendekat, kali ini wajah kami saling berhadapan. kalau begini caranya aku ga bisa bertahan. "oke oke, gua nyerah huff. sekarang ada perlu apa?" kataku sambil menghela nafas kesal. "hahaha, lu lucu banget sih" kata perempuan itu "gua boleh duduk?" sambung nya sambil berdiri di sebelah ku. "ga boleh" jawab ku "gua mau nanya, kenapa lu bohong?" woy woy woy, padahal tadi dia nanya boleh duduk atau tidak dan kenapa dia malah langsung duduk dan juga kenapa sekarang dia malah mengajak ku berbicara dengan pertanyaan yang berbeda. hmm perempuan cantik memang selalu berbuat seenaknya. "eh kenapa?" tanya perempuan itu lagi "bohong soal apa?" "soal baju ini, ini bukan punya teman lu kan?" "iya itu baju gua" "terus kenapa lu bohong" "kalau waktu itu gua bilang ini seragam punya gua, lu pasti gak mau nerima. lagian juga gua ga pandai bohong. kalau lu pintar harus nya lu udah tau kalo itu bukan seragam kak Putri. lu kan karyawan pt seawotrh dan gua yakin pt ini ga sembarangan nerima karyawan" "iya juga, kalau di lihat badan nya sama ukuran baju ini ga cocok dan lagi waktu itu temen perempuan lu udah duluan ke loker otomatis lu ga mungkin minta dia buat ngambil baju seragam udah gitu tas yang dia bawa kecil. terus baju ini juga masih wangi, artinya ini baru di cuci." katanya sambil mencium seragam itu "eh" "hmm" "aaghh" ucapnya sambil mencubit perut ku. "aduh duh duh, ko lu nyubit" "agh abis nya, pas gua nyium seragam ini lu pasti mikirnya gua suka sama wangi badan lu" katanya sambil cemberut. "aduh sakit ish, gua ga mikir ke situ" kataku. sambil menahan sakit karena cubitan nya, aku melirik wajah nya. wajah malu malu. dia ternyata sangat cantik dengan ekspresi seperti itu. tunggu dulu, agh. jangan aneh. aku tau betul watak asli perempuan cantik itu. maaf saja, aku tidak akan pernah terpengaruh sedikit pun. "terus apa lagi?" tanya ku "emm oh iya, ini buat lu. ucapan terima kasih gua karena lu udah minjemin seragam ke gua." katanya sambil memberikan kopi kaleng. kopi kaleng? minuman ini. dari mana dia tau aku sangat menyukai minuman ini. jangan jangan... "oh iya, lu ga nanya kenapa gua bisa nemuin lu disini?" katanya "dari kak Putri kan?" "dasar dukun" "oh iya, ini dari temen lu." sambung nya sambil menunjuk kan foto pembayaran tiket. "agh, padahal gua udah bilang ke dia kalau gua ga mau" "kenapa? lu ga suka film nya?" cih sial, perempuan ini malah membuatku banyak berbicara. padahal aku sudah bertekad untuk tidak mau mengenal banyak orang disini. "kalau pun lu ga suka sama film nya, bukan berarti lu boleh langsung nolak. hargain usaha dia buat ngajak lu nonton, apa lagi dia cewe. butuh keberanian lebih buat ngajak cowok nonton udah gitu tiketnya dia yang bayar." kata perempuan itu. "hmm, nama lu siapa?" " Tiara" "yaudah gua masuk dulu" kataku sambil pergi menuju area produksi. "pokoknya jangan lupa, harus nonton atau ini" kata nya sambil menunjukkan kepalan tangan nya. "perempuan aneh" gumam ku menghargai ya, hmm.. ... saat itu pun kita sering pergi ke bioskop, dia selalu menelpon ku ketika ingin menonton dan aku selalu bersedia. aku sebenarnya tidak terlalu suka dengan film, apalagi film yang dia pilih. membosankan, tapi entah kenapa melihat nya tersenyum sungguh sangat.. entahlah kata untuk mengatakan nya belum di temukan. sampai suatu saat, ada satu film yang ingin ku lihat dengan nya. film itu tayang 1 bulan lagi. aku tidak henti hentinya memintanya berjanji untuk melihat film itu bersama. hampir setiap hari aku memintanya berjanji bahwa aku dan dia akan melihat film itu. hari itu pun tiba, saat aku ingin menjemput nya. secara tiba-tiba dia tidak bersedia pergi dengan ku karena di hari itu mantan pacarnya dari pulau Kalimantan datang berkunjung ke kota Bekasi dan mintanya untuk bertemu. dia bilang jika tidak bertemu sekarang maka dia tidak bisa bertemu lagi dengan laki laki itu. hati ku, perasaan ku dipenuhi rasa sakit. aku memutuskan untuk pulang. padahal selama satu bulan itu aku sudah membayangkan akan seperti apa dengan nya, membayangkan berbagai hal yang menyenangkan. karena untuk pertama kalinya aku meminta nya untuk menemani ku melihat sesuatu yang aku inginkan. hah? tak bisa terbayangkan hancur perasaan ku. esoknya dia menelpon ku, dia mengirim banyak pesan. dia meminta maaf tapi hati ku terlanjur sakit. sampai beberapa menit kemudian pesan permintaan maaf berantai nya berhenti. saat ku lihat, ternyata dia memblokir nomor ku. seketika kekecewaan ku berubah menjadi ketakutan. ketakutan karena takut kehilangannya. aku coba menghubungi nya lewat berbagai cara namun tak pernah di respon. itu membuat ku semakin takut. padahal sudah jelas bukan dia yang melakukan kesalahan, sudah jelas bukan dia yang membuat ku kecewa. tapi kenapa perasaan ku malah takut kehilangannya. aneh, sungguh aneh. apa yang ku alami ini diluar logika. drertt.. drertt.. drertt.. suara pesan masuk. "masih marah?" katanya "apaan sih? maksudnya apa ngeblokir? balas ku "oh yaudah kalau masih marah, aku blokir lagi. ku hitung sampai 3" "3" "2" "iya iya iya, aku minta maaf. aku egois. tolong jangan blokir" balas ku "nah gitu dong, yaudah besok jemput aku ya" aghh... kenapa kenapa kenapa, aku seperti di permainkan. sifat menjengkelkan nya justru membuat ku semakin tidak ingin kehilangannya. .... cihh, sial kenapa aku mengingat hal bodoh itu. aghh aku sangat benci ke bioskop. membuat hatiku sakit, membuat ku kembali mengingat nya. tapi, aku pun tau rasa sakitnya di posisi kak putri. dari tadi kak Putri pun hanya diam, tidak.. dia tidak diam tapi sedang menghindar. hmm apa boleh buat. "kak" kata ku "iya, apa?" "soal nonton di bioskop itu emm..." sial, sial, sial aku tidak bisa mengucapkan nya. kak Putri pun menoleh ke arah ku. "kalau kamu ga mau aku gak maksa ko" kata kak putri lalu tersenyum. hmm, senyum nya. apa apaan kak Putri. membuat senyum palsu dihadapan ku. "huft.. aku mau kak" kata ku agh.. aku mengatakan nya "aku ga maksa ko sen, kamu kan ga suka film nya" katanya sambil mengetik sesuatu di komputer "bukan karena film nya, tapi aku mau nemenin kak Putri melakukan sesuatu yang kak Putri suka." tunggu dulu, kenapa aku jadi ikut ikutan menggunakan aku kamu.. aaghh.... .... "ari kemana kak?" tanya ku "ari ga ikut, dia lembur katanya" jawab kak Putri "oh, terus kita mau nonton atau belanja dulu?" "kita nonton dulu" jawab Tiara aku dan kak Putri pun menoleh. "Tiara?" mau apa perempuan ini sebenarnya. "kamu mau ikut nonton?" tanya kak Putri "iya, kan aku udah janji bakal bikin si dukun berkepala batu ini nonton bareng kaka. jadi aku harus ikut buat mastiin" jawab Tiara. " dukun berkepala batu?" kata ku aghhh perempuan satu ini benar benar membuat ku kesal. "ayo naik, ini kan jemputan kalian" kata Tiara sambil menarik tangan kami masuk ke dalam bis.. bersambung... apakah kak Putri menyukai husen? keseruan apa lagi yang akan terjadi di bioskop?
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD