Baru beberapa hari ditinggalkan Akbar Gista sudah merasa kesepian. Dia seperti tak memiliki semangat, dan itu sangat terlihat dari wajahnya. Sampai Fina sahabatnya heran melihat Gista yang sering jauh termenung. “ Ya Allah Gis, baru juga ditinggal kemarin muka udah ditekuk aja.” Ledek Fina yang langsung masuk ke ruangan Gista. Gista hanya menghela nafas mencoba menormalkan hatinya yang sedang rindu. “ Aku aja heran kenapa bisa serindu ini sama mas Akbar. Padahal dulu aku pergi delapan tahun juga ngga segininya deh Fin.” Jawab Gista. “ Namanya juga lagi kasmaran lagi.” Ledek Fina lagi. “ Suka banget ya kamu ngledekin aku.” Balas Gista, dan tak lama kemudian ponsel Gista bordering. Wajahnya yang murung pun langsung berubah segar saat tahu siapa yang menelfonnya. Gista langsung menyuruh

