“Anak muda, aku sarankan agar kau tidak naik ke permukaan untuk saat ini karena keadaannya sangat berbahaya.”
“Apa maksudmu pak tua? Lalu bagaimana dengan yang lain terutama keluargaku?”
“Aku tidak tahu bagaimana cara menjelaskannya kepadamu. Tampaknya para Dokoon telah berhasil menguasai kota itu dengan cara yang tidak bisa aku pahami. Para manusia yang ada disana telah ditahan oleh mereka.”
“Apakah kau tidak menghalangi mereka dengan kemampuanmu?”
“Aku tidak bisa berbuat apa - apa karena mereka menggunakan kekuatan kegelapan yang sangat dahsyat. Bahkan aku harus mundur melalui saluran ini. Aku curiga apa yang terjadi disini juga terjadi di belahan bumi lainnya. Untuk itu aku harus memastikannya kepada penjaga gerbang lainnya.”
Jeremy belum berani mengungkapkan tentang elemen kegelapan yang didapatkannya dari June tersebut.
“Apakah kau mau ikut bersamaku ke tempat para Medallion lainnya anak muda? Siapa tahu kau mendapatkan cara untuk menyelamatkan keluargamu.”
“Tentu saja. Aku akan ikut bersamamu, bahkan aku akan melakukan apapun untuk menyelamatkan keluargaku dari para Dokoon itu.”
“Baguslah kalau begitu. Dengan adanya Otora kita akan lebih cepat sampai di tujuan. Benar begitu kan Otora?”
“Terserah apa maumu Hur. Lagipula aku tidak mau hanya menjadi tongkat penuntun terus seperti ini. Lebih cepat sampai lebih baik bukan?”
“Apakah para Dokoon itu tidak berbuat sesuatu terhadap keluargaku pak tua?”
“Aku mengerti kekhawatiranmu. Tapi para Dokoon bukanlah sekelompok orang bodoh yang akan membunuh manusia begitu saja. Kalau mereka menggunakan kekuatan besar untuk menguasai kota ini berarti mereka memiliki rencana yang lebih besar terhadap manusia yang mendiaminya.”
“Walau aku belum lama tinggal di kota ini, ada beberapa orang yang menjadi sangat penting bagiku.”
“Pasti orang - orang yang kau maksud adalah kedua anak muda yang aku temui tadi saat kau sudah pulang dari sekolah itu.”
“Apa? Jadi mereka kembali lagi?”
“Mereka beruntung karena saat bencana ini terjadi aku masih sempat menyelamatkan mereka dan menempatkannya di suatu tempat yang aman.”
“Baguslah kalau begitu. Aku berharap mereka tidak keluar dan berbuat sesuatu yang bodoh lagi.”
“Kau tenang saja. Tidak ada yang bisa keluar dari tempat itu. Tempat itu berada di dalam gua yang cukup dalam sehingga tidak seorangkan pun yang bisa masuk dan keluar seenaknya. Aku juga sudah menyediakan banyak makanan yang cukup untuk mereka untuk satu bulan.”
“Astaga! Aku jadi semakin curiga sebenarnya siapa dirimu yang sebenarnya pak tua?”
“Jangan tanyakan hal itu atau kau akan menyesal.” Otora menyela pembicaraan mereka.
“Tidakkah kau terlalu berlebihan berbicara seperti itu Otora. Aku bukanlah orang yang menakutkan.”
“Ah itu kan menurutmu saja. Di masa lalu siapapun yang mendengar namamu saja pasti langsung gemetar. Tak peduli itu Dokoon ataupun Medallion sekalipun.”
“Nah sekarang aku tidak tahu harus berterima kasih atau tersinggung oleh pernyataan tajammu itu.”
“Sudahlah lupakan saja.”
“Apakah kita sudah bisa memulai perjalanan ini?” Tanya Jeremy kepada Hur.
“Tentu saja, ayo kita pergi secepatnya.”
“Tunggu dulu!”
“Ada apa lagi Otora? Padahal kau tadi yang menginginkan kita berangkat secepatnya bukan?”
“Kau benar Jer, tapi sepertinya aku masih merasakan ada getaran dari makhluk yang bukan manusia berjalan dari arah belakang. Apakah kau yakin tidak sedang diikuti oleh musuh Hur?”
“Tidak. Memangnya kau tidak mengenalku?” Jawab Hur ketus atas tuduhan Otora.
“Lalu bagaimana mungkin dia dapat datang kesini lewat jalan yang kau tempuh?”
“Hah? Jangan - jangan anak - anak itu….”
Semakin dekat akhirnya langkah kaki yang dimaksud oleh Otora pun dapat di dekat oleh mereka.
“Ini langkah hewan berkaki empat. Aku dapat merasakan hawa haus darah yang nyata dari nafasnya.”
“Serigala?” Tanya Hur kepada Otora.
“Sepertinya begitu.”
“Aku tidak mengerti apa yang kau maksud. Tapi aku mengenal hawa kehadiran ini.”
“Marvin, lo ngapain disini?”
“Jeremy, mengapa lo bisa ada dibawah tanah seperti ini?”
“Panjang ceritanya?”
“Baiklah, aku juga datang bersama dengan June.”
“Hewan berkaki empat? Sudah jelas mereka berdua.” Jeremy kesal menyindir dugaan dari Otora tadi.
Namun Otora diam saja karena tidak mau membuka identitasnya di hadapan Marvin dan June.
“Hahaha…!” Hur tertawa karena perkataan Jeremy tersebut.
“Mengapa kalian meninggalkan tempat itu?”
“Kami merasa tidak nyaman berada di dalam gua gelap seperti itu pak tua. Oleh karena itu kami memutuskan untuk mengikutimu sampai ke tempat ini.”
“Aku heran bukankah aku sudah cukup lama meninggalkan kalian disana? Dengan jalur lorong bawah tanah yang berliku kalian bisa menemukanku adalah suatu keajaiban.”
“Mungkin saja. Tapi sepertinya kami hanya berjalan lurus saja. Bukankah begitu June?”
“Aku tidak tahu pasti karena hanya mengikuti langkahmu.” Jawab June.
Otora saat itu masih curiga terhadap Marvin dan June karena instingnya tidak pernah saja. pasti ada yang tidak beres dengan kedua anak itu.
“Jer, temanin kita di gua itu ya! Aneh banget kalau cuma berdua doang. Garing Tau!”
“Bukan gitu June. Gue sekarang ini mau pergi bersama dengan pak tua ini mencari bantuan untuk menyelamatkan kota kita dari orang - orang jahat itu. Lagian keluarga gue kayaknya ditahan sama mereka deh.”
“Oh gitu toh. Kalau gitu kenapa kami gak ikut sama kalian aja?” Tanya June.
“Ya gak bisa segampang itu June. Lo itu pernah hampir diincar sama orang - orang jahat itu kan. Gue aja bingung ntar cara berjalan hidupnya. Nah gimana gue bisa melindungi lo diperjalanan?”
“Pokoknya kalau lo pergi berarti kami juga harus pergi titik!”
“Astaga Marvin lo ngomong kek! Jangan cuma diam doang.”
“Lah emang gue bisa apa Jer?”
“Hey anak - anak, kalian tidak perlu pusing. Kalau semua mau ikut biar aku yang melindungi kalian selama di perjalanan asal jalan berbuat yang tidak - tidak lagi.”
“Nah pak tua ini lebih asik diajak bicara daripada Jeremy yang sok ngatur.”
“Kok gue? Lo tuh yang sok ngatur dari tadi June.”
“Berani lo sama gue emang?” Ancam June.