Sesampainya di mall, Dewa dan Cinta menuju tempat tujuan pertama mereka, yakni toko buku. Begitu pintu lift terbuka, Cinta langsung berlari masuk ke dalam toko buku. Wajahnya berseri senang. Seolah mendapati kebahagiaan hanya dengan melihat ribuan buku terpajang. “Salah satu tempat yang dia sukai rupanya,” ujar Dewa sendiri dengan bibir tersenyum tipis memperhatikan kepergian gadisnya itu. Saat kedua kakinya masuk ke dalam toko buku, ia sudah tidak bisa menemukan Cinta. Entah ada di mana gadis itu. Ia mendesah panjang. Ingin berteriak memanggil, tapi ia takut jika nanti banyak yang akan memperhatikan. Ia sama sekali tidak suka jadi pusat perhatian. Ia berusaha menelepon nomor gadis itu. Ia terus melangkahkan kakinya, melewati tiap rak-rak buku yang ada hanya untuk mencari gadisnya. Te

