Iblis Buatan Robin

1608 Words
Di dalam kosnya Robin, berjam-jam sudah ia tertawa-tawa licik saat iblis yang ia panggil sudah menuruti maunya untuk menuju dimana Rey berada dan mulai membalaskan dendam Robin. Iblis tersebut memiliki perawakan yang mengerikan. Kepalanya seperti Banteng yang memiliki tanduk besar-besar di kedua sisi kepalanya. Bermata merah, kulit wajahnya nyaris tidak halus sama sekali, banyak bercak-bercak hitam yang menonjol yang menjijikan. Ukuran badannya tinggi besar, yang jelas lebih besar daripada ukuran tubuh Robin yang kerempeng dan berperut buncit itu. Makhluk tersebut langsung menuju ke kediaman sementara Rey. Karena makhluk yang diinisiasi dengan segala dendam, niat buruk, dan sumpah-serapah milik Robin. Makhluk ini benar-benar beringas tidak bisa dikontrol. Sesampainya ke kost Rey, makhluk tersebut tampaknya sudah mengetahui saat pertamakali memergoki Rey yang memiliki semacam pelindung disekitarnya. Alhasil, makhluk iblis itu tahu diri. “Daripada aku menghabiskan energi ku dahulu, aku pancing dia dengan kubuat terror untuk teman-temannya…” dalam hati Iblis itu membatin. Iblis tersebut sudah bisa mengukur kemampuannya dengan lawannya. Meski ia mendapatkan perintah dari Robin yang sudah mengundangnya, tetapi ia cerdik lawan yang dihadapi bukanlah kelas sembarangan. Iblis itu langsung saja mengganggu teman-teman selingkungan kos Rey itu. Iblis tersebut mengerahkan beberapa Kroco-kroconya untuk meneror mereka, kebetulan banyak dari mereka sedang dalam keadaan sadar, kecuali Aan. Maka dari itu korban pertama dari teror si Iblis ini adalah Aan. Lagi-lagi, karena berasal dari sesuatu yang buruk. Makhluk inipun akan bertindak selalu buruk. Ia tidak akan peduli dengan kerusakan yang diakibatkan dari terornya pada teman-teman Rey yang sejatinya tidak bersalah sama sekali dan mereka juga bukanlah sasaran Robin. Karena Robin hanya mendendam pada Rey. Kroco-kroco itupun beberapa kali berusaha masuk kedalam pikiran dan hati teman-teman Rey yang tidak terjaga. Cara kasarnya, sedang melamun dan tidak sadar penuh. Beberapa teman-teman kos Rey susah dimasuki oleh Kroco sang Iblis. “Kebetulan semua orang disini sedang dalam keadaan sadar bos” tegas salah satu Kroco yang berbentuk kurus kerontang dengan tulang yang menempel dibagian tubuhnya yang terlihat dari luar. Gigi yang bertaring dari para Kroco itu saling beradu dan satunya menambahkan keluhan lagi “Kita jadi sulit bos buat masuk ke tubuh-tubuh mereka” Sang iblis sedikit marah “Tidak becus kalian kusuruh!” “Bukan begitu bos…” “Kau! Berani melawanku, kubakar kau!” “Ampun, ampun bos” Salah satu dari Kroco kembali memelas dan beralasan lagi “Kami sudah berusaha mungkin untuk merasuki orang-orang disini bos, tetapi mereka sedang dalam keadaan sadar penuh. Itu yang membuat kami kesulitan. Tapi hanya satu yang bisa kami kelabuhi bos, dia anak muda yang gemar melamun dan bermain ponsel hingga lupa waktu” – yang dimaksud adalah si Aan yang kebetulan saat itu sedang melamun entah memikirkan apa, yang jelas ponselnya selalu ada didekatnya. Dan berselang lama kebanyakan dari Kroco suruhan Iblis itu pun mengeluh akan suasana hawa yang panas dan membuat energi mereka jadi terkuras habis. Sehingga salah satu dari mereka baru menyadari satu hal bahwa ada satu anak yang memiliki semacam khodam, sahutnya pada bos Iblis. Iblis bergeming dan seperti menyetujui keluhan si Kroco yang memiliki rupa benar-benar buruk, tetapi sedikit lucu. Bagaimana tidak, apa yang ada dalam fisik Kroco-kroco tersebut antara lain; mata yang melotot berwarna hijau, kulit tubuh yang sedikit hitam, kurus kerontang, ada yang botak dan ada yang berambut, ada yang perempuan juga laki-laki, ada yang tinggi dan ada yang pendek yang jelas kesemuanya adalah bawahan dari Iblis tadi yang mana semua Kroco ini bisa menyerupai makhluk lain untuk menggoda manusia. Setiap Kroco memiliki spesialisasinya masing-masing, ada yang bertugas membuat manusia supaya terdistraksi dari segala kebaikan. Ada yang mengganggu, ada yang menyesatkan, ada yang memancing hawa nafsu. Kroco seperti itu sebenarnya memiliki deskripsi pekerjaan yang sulit. Karena manusia akan sulit dikelabuhi bila dalam keadaan tenang, sadar, dan sabar. Deskripsi pekerjaan kroco yang mudah-mudah ialah dengan menggangu manusia yang sudah merasa baik. Sehingga biasanya para korban dari golongan manusia yang digoda berasal dari kalangan alim-alim. Menurut sisi para Setan dan Iblis serta untuk para Kroco yang ilmu hitamnya masih cemen, manusia jenis ini sangat mudah dikelabuhi. Mereka akan yakin apa yang mereka lakukan adalah kebaikan meskipun isinya berisi dengan keburukan seperti kemaksiatan, kerakusan, kelalaian yang dibalut dengan kemasan “kebaikan”. Dan puncaknya adalah saat mereka para manusia gemar dan merasa diri mereka paling baik dan paling benar diantara golongannya yang lain serta mereka-mereka yang suka menghakimi sesama. Setelahnya adalah tatkala para Kroco ini mulai beradu padu dengan Iblis itu lagi. Yang dalam akhirannya berkata. “Kita tidak bisa sembarangan untuk melawan anak ini. Anak ini berbeda. Kita kalau tidak punya strategi, malah kita yang akan habis olehnya” Kembalilah Iblis bermuka Banteng itu pada Robin. Dan melaporkan apa yang telah ia lakukan. Dan jawaban yang Robin terima membuatnya merasa tidak puas. “Apa-apaan ini… Kau sudah kupersembahkan darah segar dariku, malah tidak bisa bekerja. Kurang apa ha?” sergah Robin dengan tanya sesaat laporan itu selesai. Karena derajat keburukannya benar-benar tinggi Iblis tidak memanggil Robin bos “Anak yang kau minta kuhabisi itu berbeda rraaahhrraaa…” sambil meraung Iblis itu menjawabi Robin. “Kalau kau mau aku menghabisi anak itu, ada satu perjanjian lagi yang harus kau penuhi Robin…” kini Iblis itu mulai memanggil nama Robin. “Apa itu? ini masih kurang cukup?” “Kalau kau mau, kalau tidak ya sudah. Akan kubiarkan kau hidup tidak waras begitu rrraaarhhhraaa!” “Baiklah apa itu?” *** Sementara itu, dalam sisi Rey. Masih dengan kebingungan yang sama mengapa saat Robin meninggalkannya secara sepihak tanpa mengabari, kini kost yang ditinggali mendapatkan banyak masalah? Mulai dari hari kemarin dimana Aan kerasukan. Dan hari ini ia selalu mendapat kesialan. Kesialan itu antara lain adalah kesialan yang berkaitan dengan perkuliahannya. Contohnya, saat Rey berusaha mengerjakan tugas-tugas kuliah sendiri tanpa bantuan seorang Robin. Dimana hasil tugas yang ia kerjakan selalu diprotes oleh dosen karena Rey hanya bisa mencatut dan menyalin jawaban dari Internet atau mencontek dari orang lain. Selanjutnya, kesialan yang berkaitan dengan kebiasaannya menggaet banyak perempuan. Itu terjadi saat si mahasiswi baru yang awalnya berlagak manis pada Rey kini mulai memudar. Sebaliknya, ia justru seperti berlawanan dengan Rey dan mencari pria lain untuk sekedar mengatasi kebosanannya. Seperti kata pepatah, penggoda akan bertemu dengan penggoda lagi. Dan sial itu menimpa Rey padahal ia sudah agak serius dengan si gadis itu. Yang terakhir, adalah kesialan yang berkaitan dengan urusan finansialnya. Dimana biasanya dibantu dulu dengan beberapa perhatian baik Robin yang kerapkali meminjamkan uangnya untuk sekedar makan Rey, sekarang ia kebingungan dan harus menahan lapar. Rey jadi berpikir sendiri setiap malam dan membatin. “Apakah aku memang semerepotkan itu?” Dan beberapa saat akhirnya ia berniat untuk mengubungi Robin, sahabatnya. Meski Rey adalah anak muda yang urakan dan nakal. Soal persahabatan baru kali ini ia rasakan benar-benar begitu tulus dan ikhlas hanya dengan Robin. Ia begitu kepikiran atas kaburnya Robin. Sampai-sampai membuat orang seapatis Rey jadi stress dan kebingungan apakah benar ulahnya membuat Robin pergi?. Tak berselang lama lagi, Rey mengirimkan pesan singkat padanya secara daring melalui aplikasi pesan singkat. “Robin… lu dimana? Udah beberapa hari ga ada kabar lu. Lu dimana Rob…” “Gue bakal terus hubungin lu selama, gue tau lu online, tapi lu ga mau baca pesan gue kan?” “Kalau dalam sebulan lu ga balik, gue akan cari lu bro!” tandas Rey terakhir pada pesan itu. *** Robin yang mendapati pesan tersebut merasa muak dan sangat angkuh sebab ia sudah tak sudi lagi untuk menjawab pesan Rey. Jangankan membuat balasan pesan, bercengkerama dengan Rey pun mungkin sudah tidak akan sudi lagi. “Buat apa dia mencari gue, dia hanya peduli pada dirinya sendiri. Gue dari dulu hanya jadi b***k orang lain, dimanfaatkan terus sama orang lain. Persetan!” Robin mengoceh sendiri seolah ada lawan bicara yang akan menyahutinya. Ocehan yang penuh dengan nuansa negatif itu disambut dengan antusias oleh Iblis buatan Robin sendiri yang sekarang seperti akan selalu mengikuti kemana Robin pergi. Katanya… “Semakin kau memupuk dendam pada orang itu, semakin kuat pula kekuatanmu nanti. Dan dari kekuatan burukmu itu akan menjadi makananku. Kalau makananku banyak, tentu aku akan punya banyak energi untuk melawan anak biadab itu Robin… Hahaha!” Dan benar saja, kini mereka seperti menjadi pasangan serasi. Kalau Rey berpasangan dengan Eyang Demak yang bernuansa positif. Pasangan astral Robin berbeda lagi, ia bernuansa negatif. Hal tersebut direpresentasikan dari penampilan buruk si Iblis yang serba hitam. Sangat jauh dengan Eyang Demak dimana selalu berhawa suci dan berpenampilan serba putih. Kembali lagi ke obrolan dimana Robin dan Iblis sedang bernegosiasi. “Jawab dulu pertanyaanku” malah Iblis memberikan suatu pertanyaan pada Robin. Belum sempat Robin menjawab, Iblis langsung melemparkan satu pertanyaan “Apa kau benar-benar ingin menghabisi Rey?” “IYA!” dengan mata melotot yang mulai memerah jika seseorang menyebut suatu nama yang begitu dibenci oleh Robin. “Seberapa benci kau dengan Rey?” “Sangat-sangat benci!” “Sekali lagi, apa kau benar-benar ingin menghabisinya?” “Daritadi kau berputar-putar terus tanyanya anying…” Iblis kelupaan dan sedikit melawak “Oh iya, maksud aku adalah apa kau ingin membunuhnya?” “Tentu!” “Kalau kau tidak bisa menghabisinya biar aku saja!” saking kesalnya giliran Robin yang menyela percakapan yang sedari tadi didominasi oleh pertanyaan Iblis Banteng. “Bodoh sekali bocah satu ini. Kau saja meminta bantuanku tolol.” “Begini saja. Apa perjanjian yang kau maksud sebenarnya!” gertak Robin. “Kau harus tahu satu hal. Jika kau menginginkan sesuatu dengan sangat. Maka kau pun harus mengorbankan sesuatu sesuai dengan besarnya keinginanmu itu.” “Maksudnya?” Setelahnya adalah Robin yang dibuat bingung dan kesal oleh Iblis yang tiba-tiba menghilang tanpa menjelaskan maksud kata-katanya yang terakhir yang sebenarnya tidak begitu dipahami oleh Robin yang sebenarnya pintar secara akademik di kampusnya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD