Koh Ming Ay

1057 Words
           Dalam keluarga Koh Ming Ay sendiri, saat pertama kali Koh Ming Ay beristri, beliau memiliki istri sebanyak tiga kali dan ci Roxy merupakan anak dari istri Koh Ming Ay yang pertama. Meskipun apa yang dilakukan Koh Ming Ay terkesan patriarki sekali karena melestarikan poligami. Tetapi, ada yang unik dalam keluarga Koh Ming Ay itu sendiri. Yaitu, dari istri pertama, kedua, hingga terakhir yang ketiga ini semuanya berbeda-beda latar belakang.            Istri pertama dari Koh Ming Ay adalah merupakan seorang pribumi berketurunan Dayak, beragama Kaharingan – sebuah aliran kepercayaan orang-orang Dayak Ngaju. Sejak zaman orde baru, tidak diperbolehkan yang namanya penghayat kepercayaan. Jadi diluar agama yang diakui oleh negara; Islam, Kristen, Katholik, Hindu, dan Buddha. Maka aliran diluar yang tersebutkan tadi akan dilarang. Oleh karenanya, agar aliran kepercayaan kaharingan ini dapat diakui oleh pemerintah, sejak saat itu namanya disematkan nama Hindu-Kaharingan. Meskipun sebenarnya aliran ini bukan Hindu.            Istri keduanya berasal dari seorang Jawa berketurunan Arab, agamanya Islam yang bertransmigran ke Kalimantan dan menetap di desanya Koh Ming Ay yang juga satu desa dengan Dion dan Rey.            Istrinya yang terakhir inilah yang sepertinya jadi jodoh terakhir dan memang agaknya seperti itu, karena semenjak dengan istri yang ketiga ini Koh Ming Ay tidak berniat untuk melakukan kawin lagi. Istri ketiganya ini berasal dari kalangan konglomerat dan satu suku dengan Koh Ming Ay karena sama-sama berketurunan Tionghoa dan sama-sama beragama Konghucu. Dengan istri ketiga ini, hanya dikaruniai satu orang anak laki-laki saja. Sebenarnya kawin-kawinnya dahulu dikarenakan kegagalan rumah tangga saja. Dan kebetulan saat itu Istri pertama mengamini untuk Koh Ming Ay beristri lagi, oleh karenanya Koh Ming Ay mempersunting seorang perempuan ayu perempuan Jawa campur Arab itu. Niat Koh Ming Ay mempersunting istri kedua itu karena saat itu sang Istri kedua sudah ditinggal oleh kedua orang tuanya, dan harus menghidupi dirinya dengan adik-adiknya. Oleh karenanya, Koh Ming Ay berniat membantu si perempuan itu dengan cara mengawininya. Tentu bukan untuk alasan seksual atau pertarungan derajat antara laki-laki dan perempuan. Saat itu Koh Ming Ay hanya berniat membantu agar si perempuan dapat dinafkahi untuk paling tidak membantu adik-adiknya menjalani kehidupan, memenuhi kebutuhan serta melanjutkan pendidikan. Setelahnya, Koh Ming Ay pun tidak punya anak dari Istri kedua ini. Tetapi hubungannya dengan Istri kedua akhirnya kandas dikarenakan ada konflik internal antara anak Koh Ming Ay yang pertama yaitu Kakak daripada Roxy, yang bernama Lexy tidak setuju ayahnya memiliki hubungan darah dan berkeluarga dengan si perempuan itu, alhasil hal tersebut membuat si perempuan sakit hati dan adik-adiknya pun merasakan hal yang sama. Sehingga membuat si perempuan merasa direndahkan oleh Lexy – yang memang berwatak licik, dan ingin sekali menguasai apa yang dimiliki oleh ayahnya sehingga jangan sampai ada orang lain selain dirinya mendapatkan manfaat dari ayahnya. Tetapi, perempuan yang dijadikan istri kedua itupun tidak serta merta memutus hubungan dengan Kokoh. Ia bersikap bijak dan memilih untuk tetap berhubungan baik. Hal itu diperkuat dengan tindakan mulia yang dilakukan oleh Roxy dengan hati yang besar karena telah memohon agar ia dan mereka tetap berhubungan baik sebab menurut Roxy itu adalah karunia Tuhan telah mempertemukan dirinya dengan ibu tiri itu dengan adik-adiknya. Tidak seperti di layar Televisi yang menyebut bahwa semua ibu tiri adalah jahat. Karena istri kedua yang diketahui bernama Siti itu begitu menyayangi Roxy dan Lexy sebenarnya hanya saja ia tahu diri akan keadaan dan memahami watak Lexy yang begitu arogan sehingga membuat ia melangkah pergi dari kehidupan mereka. Sementara itu Koh Ming Ay, kadang masih saja menawarkan bantuan kepada Siti dengan dalih menafkahi meski mereka sudah bukan suami istri lagi. Dan sekarang Siti menemukan tambatan hatinya yang tidak lain tidak bukan adalah Abdi, supir andalan cici Roxy dan Koh Ming Ay. Begitu berwarna sekali memang keluarga Koh Ming Ay ini karena didalamnya diisi dengan keragaman latarbelakang yang sama sekali tidak membuat hubungan runyam, justru hubungan-hubungan lintas latar belakang ini membuat semakin indah. Abdi pun begitu menyikapi masa lalu istrinya yang merupakan mantan istri dari bosnya sendiri tidak begitu ambil pusing, karena saat itu memang jalan takdirnya begitu dan ia justru berterimakasih dengan Koh Ming Ay yang sangat baik selalu membantu orang-orang yang bawah seperti dirinya dan istrinya. Menurut Abdi, Koh Ming Ay adalah orang yang bijak karena cara membantunya tidak dengan cara merendahkan melainkan memuliakannya. Meski Koh Ming Ay secara jujur hanya sekedar suka secara fisik saja saat dirinya baru saja mempersunting Siti, Kokoh tidak sampai berperasaan mendalam pada Siti karena menganggap Siti masih terlalu muda sudah dianggap seperti anak sebenarnya oleh Koh Ming Ay, Itu mengapa Kokoh berniat membantu adik Siti beserta Siti. Dan berkat hal tersebut Siti bisa menjalani kehidupan yang layak begitupun adik-adiknya yang kecil. Dan sekarang hubungan Abdi dan Siti malah dikaruniai tiga orang anak yang lucu-lucu. Dan terkadang Roxy sangat menggemasi anak-anak dari ibu tirinya dan ayah Abdi. Roxy masih menganggap bahwa Abdi yang notabenenya supirnya sendiri sebagai ayah juga. Karena Roxy begitu senang mendapatkan keluarga yang lengkap dan berbeda-beda ini. Meski begitu Abdi malah hanya tersipu bila dipanggil ayah karena sebenarnya ia bukan ayahnya, hanya seperti ayah sambung yang mungkin talinya sudah lepas. Yang jelas hubungan antara Istri pertama, kedua, ketiga dan anak-anak Koh Ming Ay berjalan harmonis, bahkan seperti Siti dan Abdi masih dianggap keluarga sendiri oleh Roxy dan Kokoh serta Istri pertama dan Keduanya. Permasalahannya hanya ada didalam jiwa Lexy yang merasa paling tidak nyaman dengan keadaan keluarga besar yang memang “besar sekali” dengan orang-orang yang saling memiliki keberbedaan satu sama lain. Bahkan pada internal keluarga sendiri seperti pada ibu kandung dan Roxy, ia menganggap bahwa semua orang hanya peduli pada uang. Padahal yang sejatinya hanya peduli pada uang ya hanya Lexy seorang yang pusing dengan sesuatu yang seharusnya tidak perlu dibuat pusing. Oleh sebab itu, hatinya semakin menghitam dan selalu curiga terhadap orang lain karena menganggap orang lain hanya akan mengambil manfaat dari ayahnya saja. Meskipun Koh Ming Ay tidak pernah mengajari Lexy seperti itu, dan Koh Ming Ay malah masa bodo dengan hal tersebut karena menurutnya uang bisa dicari dan ia juga bisa mendepak orang-orang dengan niat jelek seperti apa yang dicurigai Lexy pada setiap orang lain selain dirinya. Dan kini Koh Ming Ay hidup dengan Susti yakni istri pertamanya, dan Ang Liemiena atau jika diindonesiakan menjadi Kangean Limianti. Dan nama Koh Ming Ay, jika diindonesiakan akan menjadi David Turi Marsiyono. Begitulah kurang lebih kehidupan saudagar kaya yang memiliki cerita dan kisah unik dalam perjalanan hidupnya yang gemar membantu sesama untuk mendapatkan kehidupan yang berkah.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD