Setelah Pak Darren memberitahu mengenai berita ini, keadaan kantor jadi geger. Mama mertua gak membiarkan aku kembali ke ruangan tempatku kerja, dia sama Pak Darren bawa aku ke lantai 10. Sesampainya di ruangan Pak Darren, Mama bantu aku duduk di sofa terus kita ngobrol. Mama ngerasa senang karena akhirnya Pak Darren mau angkat bicara mengenai pernikahan kita. Dia gak sabar mau liat tiga orang itu dipecat sama Pak Darren sekarang juga. Gak lama kemudian, yang ditunggu-tunggu datang. Ketiga orang yang kemarin ngelakuin bully-ing, masuk ke ruangan dengan menunduk dan memasang wajah memelas. Pak Darren menyuruh mereka duduk di kursi-kursi kosong yang bersebrangan dengan meja seberangnya, sementara aku dan mama yang awalnya lagi ngobrol sekarang mengalihkan pandangan ke arah mereka. Menatap

