Dari tadi Pak Darren gak balik-balik lagi ke sini. Nyasar kali? Lupa arah pulang kaya anjing rumahan. "Kamu sama Darren sama-sama sakit?" tanya mama pas aku telpon. Aku sekarang duduk malas di sofa sambil ngeliatin televisi. Sebenernya sih bukan nonton, cuma disetel aja biar gak sepi-sepi banget. "Kalau Mas Darren sakit beneran," ucapku. "Dia kemarin badannya panas terus muntah-muntah makanya aku kerokin. Gak tahu kenapa tadi gantian aku yang mual-mual." "Udah periksa ke dokter?" "Iya, mau ke dokter nanti siang. Apa jangan-jangan pas aku ngerokin Mas Darren kemarin anginnya masuk ke aku kali? Makanya aku jadi ikutan begini?" "Mama rasa sih bukan." "Terus?" "Coba kamu beli testpack." "Testpack yang buat tahu kita hamil atau gak?" Aku agak terkejut. Gimana bisa mama nyimpulin k

