3. Bertemu

2135 Words
Setelah mendapat persetujuan setelah melewati beberapa pertentangan dari keluarga Addison, kini Jeslyn mendapatkan izin untuk mempertemukan Damien dengan Robert. Mereka sepakat untuk bertemu di Swissbell Hotel milik Addison Group. Jeslyn jelas tidak ingin bertemu di sembarang tempat mengingat keselamatan Damien. Jeslyn sangat menjaga privasi Damien dari publik. Karena masyarakat belum tau jika Jeslyn telah memiliki seorang anak dari pernikahannya bersama dengan Robert. Karena berita perceraian mereka dulu terlanjur membuat masyarakat Amerika gempar, maka tidak mungkin Jeslyn memberikan pernyataan tentang kehadiran Damien mengingat perceraian mereka yang tiba-tiba. Jeslyn bisa melihat binar bahagia dari ekspresi Damien ketika dirinya memberi tahukan jika Damien akan bertemu dengan daddynya. Jeslyn memang berkata jujur pada Robert jika dirinya tidak pernah berbohong pada Damien. Meskipun Damien masih sangat kecil untuk memahami semuanya, namun Jeslyn yakin jika Damien juga akan mengerti pada akhirnya. ‘’Jalan perlahan, Sayang,’’ ucap Jeslyn ketika melihat Damien yang berjalan dengan terburu-buru. Jeslyn paham jika Damien pasti tidak sabar untuk bertemu dengan daddynya. ‘’Damie ingin bertemu dengan daddy,’’ jawab Damien sembari tertawa. ‘’Iya, tapi pelan-pelan. Nanti Damie jatuh.’’ Damien justru tertawa lalu kembali melangkah dengan cepat dan menarik tangan Jeslyn supaya berjalan lebih cepat. Sebenarnya memang bukan Damien yang berjalan dengan cepat, melainkan Jeslyn yang sengaja berjalan melambat. Dadanya masih berdebar ketika sebentar lagi akan mempertemukan Damien dengan Robert. Berbagai kemungkinan buruk sekarang ini mulai berkelebat di kepala Jeslyn, tapi tak ada kesempatan dirinya untuk mundur sekarang ini. Terlebih melihat raut bahagia di wajah Damien, tentu membuatnya tak tega jika harus membuat putranya kecewa. Jeslyn dan Damien datang terlambat 5 menit dari kesepakatan awal dengan Robert. Ketika mereka sampai di restoran yang berada di dalam Swissbell Hotel, Jeslyn bisa melihat jika Robert sudah menunggu mereka di sana. Dalam hatinya Jeslyn tersenyum, karena Robert juga terlihat antusias sama seperti Damien, terbukti dengan Robert yang datang jauh lebih awal dari kesepakatan mereka. Jeslyn mengetahuinya setelah bertanya pada seorang pelayan ketika memasuki restoran. ‘’Maaf, aku terlambat,’’ ucap Jeslyn ketika mereka sampai di meja yang sudah Robert pesan. Robert sontak berdiri dan menarik kursi untuk Jeslyn. Seketika tatapan mata Robert terkunci pada seorang bocah laki-laki yang kini juga tengah menatap ke arahnya dengan bingung. ‘’Duduklah,’’ ucap Robert sembari menarik kursi satu lagi untuk Damien. ‘’Terima kasih,’’ balas Damien lalu duduk dengan dibantu oleh Jeslyn. Robert lalu kembali duduk di kursinya dan memberikan Jeslyn buku menu. Setelah berbasa-basi dengan memilih menu dan menyampaikan pesanan pada pelayan, kini Robert bisa lebih fokus untuk menatap Damien yang kini duduk berhadapan dengannya. ‘’Hai, Damien,’’ sapa Robert dengan terbata namun tidak bisa menutupi binar bahagia di wajahnya. Robert terlihat begitu bahagia dan bersyukur setelah melihat wajah putranya, Damien memiliki wajah yang sangat mirip dengan dirinya ketika masih balita, bahkan sangat mirip. Dalam hatinya Robert bersorak bahagia karena genetiknya mengalahkan milik Jeslyn sehingga Damien bahkan hanya mewarisi bentuk bibir milik Jeslyn, sedangkan yang lainnya jelas Robertlah pemenangnya. ‘’Apakah kamu benar Daddyku?’’ tanya Damien dengan polos. Robert sampai terkejut dengan pertanyaan Damien dan sontak menatap Jeslyn dengan ekspresi bingung dan tak percaya. Jeslyn memperkenalkanku sebagai daddynya? ‘’Dia bertanya padamu,’’ ucap Jeslyn untuk menyadarkan Robert dari kebodohannya. ‘’Ya, ini Daddy,’’ ucap Robert dengan terbata. Robert merasa sangat tidak pantas ketika Damien mengakuinya sebagai daddynya. Robert tidak ada ketika Damien di lahirkan, dirinya juga tidak ada dan ikut menemani tumbuh kembang Damien. Maka menyebut dirinya sebagai daddynya, cukup membuat Robert merasa tak pantas. ‘’Aku senang bisa bertemu denganmu, Daddy,’’ celoteh Damien yang membuat Robert tersenyum haru. Robert ingin menangis mendengar putranya memanggilnya daddy, namun akan sangat memalukan jika Robert harus menangis di hadapan putranya pada pertemuan pertama mereka. ‘’Maaf jika Daddy tidak bisa menemanimu selama ini. Karena Daddy tidak berhasil menemukanmu,’’ ucap Robert dengan menatap Damien serius. ‘’Tidak masalah, Daddy dulu jahat. Aku senang karena Daddy sekarang sudah menjadi orang baik,’’ jawab Damien. Robert kini menatap Jeslyn dengan bangga, karena dia berhasil merawat dan mendidik Damien hingga seperti ini tanpa sosok suami di sampingnya. Membuat Robert kembali merasa bersalah karena masa lalu mereka. Robert tidak sakit hati ketika Damien mengatakan jika dirinya dulu adalah orang yang jahat, karena memang seperti itulah faktanya. ‘’Bagaimana kabarmu?’’ tanya Robert dengan senyum tulusnya. ‘’Aku baik. Aku tidak apa-apa jika kita baru bisa bertemu karena Daddy sibuk bekerja,’’ celoteh Damien yang membuat Robert sangat gemas hingga ingin memeluknya. Namun Robert berusaha keras untuk menahan keinginannya itu. Dirinya tidak ingin membuat Damien takut. ‘’Berapa umurmu, Jagoan?’’ tanya Robert. ‘’4 tahun, aku sudah dewasa Daddy,’’ jawab Damien yang membuat Robert tertawa, sedangkan Jeslyn hanya tersenyum sembari menggelengkan kepala mendengar ucapan putranya. Perbincangan mereka terinterupsi dengan makanan mereka yang sudah siap. Robert akan membantu Damien menggunakan napkin, namun putranya itu ternyata sudah bisa memasangnya sendiri. Robert benar-benar merasa bangga dengan putranya yang bisa begitu mandiri di usianya yang baru 4 tahun. ‘’Kamu merawatnya dengan baik, terima kasih,’’ ucap Robert pelan sembari menatap Jeslyn dengan sendu. ‘’Sudah menjadi kewajibanku karena aku ibunya,’’ jawab Jeslyn dengan santai. ‘’Apakah kamu sekolah?’’ tanya Robert namun Damien hanya diam dan fokus dengan makanannya. ‘’Damien,’’ panggil Robert lagi dengan khawatir, Robert tidak merasa melakukan kesalahan yang bisa membuat Damien marah secara tiba-tiba dengannya. ‘’Dia terbiasa tidak berbicara saat makan. Tanyakan hal itu nanti setelah kalian selesai makan,’’ jawab Jeslyn yang memahami kebingungan Robert karena Damien mengacuhkannya. Robert yang paham lalu tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Robert ingat jika Jeslyn dulu pernah mengatakan jika ini adalah kebiasaan dari keluarga Addison. Benar saja, ketika Damien sudah selesai makan dirinya kembali menanggapi ucapan Robert yang tadi sempat di acuhkanya. ‘’Mommy melarang Damie untuk berbicara ketika sedang makan,’’ ucap Damien dengan senyum bocahnya. ‘’Maafkan Daddy karena tidak tau. Daddy tidak akan mengulanginya lagi,’’ jawab Robert dengan tersenyum juga. ‘’Aku sudah sekolah, kata Uncle Richard jika aku harus pandai supaya bisa melindungi Mommy,’’ celetuk Damien yang membuat Robert sangat tertarik untuk membahasnya. ‘’Siapa Uncle Richard?’’ tanya Robert dengan spontan. Robert sangat takut jika Jeslyn telah menemukan lelaki pengganti dirinya. Robert tidak akan membiarkan hal itu sampai terjadi, karena Jeslyn dan Damien sampai kapanpun akan tetap menjadi miliknya. ‘’Daddy tidak tau Uncle Richard?’’ tanya Damien balik yang membuat Robert mengerutkan keningnya.  ‘’Mengapa kamu ingin melindungi Mommy? Apakah ada yang bersikap jahat pada kalian?’’ tanya Robert mulai mengalihkan pembicaran tentang siapa Uncle Richard yang dimaksud Damien. ‘’Karena Mommy hanya memiliki aku,’’ jawab Damien dengan percaya diri. ‘’Bagaimana dengan Daddy?’’ tanya Robert sembari menunjuk dirinya. ‘’Daddy tidak bersama kami,’’ jawab Damien sembari terlihat berpikir. ‘’Daddy mencari kalian selama ini, tetapi tidak ketemu,’’ jawab Robert sembari menunjukkan ekspresi berpura-pura sedih.  ‘’Kata Mommy, Daddy jahat makanya Mommy pergi. Tetapi sekarang Daddy sudah menjadi orang baik, tetapi sibuk bekerja sehingga tidak bisa menemui Damie,’’ jelas Damien. Robert sontak menatap ke arah Jeslyn yang asyik menikmati cokelat panasnya, seolah tak peduli dengan celoteh putranya. ‘’Daddy dulu memang jahat, tetapi sekarang sudah berubah. Demi Mommy dan Damien,’’ jawab Robert sembari tersenyum haru. ‘’Apakah jika Daddy sudah menjadi orang baik dan Daddy tak lagi sibuk dengan pekerjaan, kita bisa kembali bersama?’’ tanya Robert pada Damien yang membuat Jeslyn tersedak ketika sedang minum karena terkejut dengan apa yang Robert katakan. ‘’Daddy sudah pergi. Orang yang berpisah tidak bisa kembali bersama,’’ jawab Damien setelah berpikir keras dengan wajah lucunya. ‘’Bagaimana jika Daddy ingin menjadi bagian dari kalian?’’ tanya Robert dengan penuh harap. Meskipun sekarang Robert tengah berbicara dengan bocah berumur 4 tahun, namun Robert tetap gugup ketika menunggu jawaban Damien. ‘’Pertanyaanmu tidak pantas untuk Damien jawab,’’ sahut Jeslyn terlihat tak suka. ‘’Lupakan apa yang Daddy katakaa Damien, bagaimana dengan sekolahmu?’’ tanya Robert lagi pada Damien untuk mengalihkan pembicaraan. Wajah bingung Damien juga sudah membuktikan jika Damien tidak paham apa maksud dari pertanyaanya. Jeslyn benar, pertanyaan tadi terasa begitu berat dan membingungkan untuk Damien yang baru berusia 4 tahun. ‘’Tidak begitu menyenangkan,’’ jawab Damien dengan lesu. ‘’Kenapa?’’ tanya Robert dengan ekspresinya yang ikut sedih ketika melihat Damien yang lesu. ‘’Para wanita selalu menggangguku, mereka membuatku tidak fokus belajar,’’ jawab Damien dengan jujur. ‘’Mereka menyukaimu?’’ tanya Robert dengan menahan tawanya. Karena ketampanan Daddy yang menurun padamu, membuatmu juga menjadi idaman banyak wanita. Kamu beruntung, Jagoan. ‘’Ya, tapi aku tidak menyukainya. Aku lebih suka bermain bersama dengan Kelly. Kini aku merindukannya,’’ jawab Damien sembari menopang dagu. ‘’Siapa Kelly? Apakah dia kekasihmu?’’ tanya Robert sembari tersenyum lucu. ‘’Robert!’’ ucap Jeslyn sembari menatap Robert tajam. ‘’Dia teman baikku, kami biasa bermain bersama Fred, anjing Kelly yang penurut. Di sini aku tidak memiliki teman. Hanya Uncle Dojima, tetapi dia membosankan,’’ jawab Damien sembari mengerucutkan bibirnya. ‘’Lalu mengapa kamu tidak membawa Kelly ikut bersamamu? Supaya kalian bisa selalu bersama?’’ tanya Robert lagi. Melihat ekspresi sedih putranya justru membuat Robert ingin tertawa. Jangan katakan jika Kelly adalah cinta pertamamu. Daddy mohon, kamu belum cukup umur untuk memahami apa itu cinta, Jagoan. ‘’Aunty Abigail akan marah jika aku membawa Kelly bersama kami,’’ jawab Damien kemudian tertawa. Robert menilai tawa Damien seolah tengah membayangkan wajah Kelly atau bagaimana wajah Abigail yang tengah marah. Namun seketika Robert terdiam dan mulai merasakan sesuatu yang aneh dengan ucapan Damien tentang wanita bernama Kelly dan Abigail. ‘’Apakah temanmu itu bernama Kelly Antonio?’’ tanya Robert pada Damien, namun tatapan matanya kini menatap ke arah Jeslyn yang kini juga tengah menatapnya. ‘’Ya, dia putri Aunty Abigail, sahabat Mommy,’’ jawab Damien dengan polos. ‘’Jadi kamu lahir di Sisilia?’’ ucap Robert tanpa mengalihan tatapan matanya pada Jeslyn, meskipun pertanyaan itu tertuju untuk Damien. ‘’Bagaimana Daddy bisa tau?’’ tanya Damien penasaran. ‘’Karena Daddy juga berasal dari sana,’’ jawab Robert yang kini mulai mengalihkan tatapan matanya untuk menatap ke arah Damien lagi. ‘’Nonno dan Nonna juga berada di sana.’’ Perlahan Robert mulai paham segalanya hanya dari penjelasan Damien. ‘’Nonno Gilbert dan Nonna Ellisabeth?’’ tanya Robert memastikan yang dijawab anggukan kepala oleh Damien. Seketika bahu Robert terasa sangat lemas. Ternyata selama ini kedua orang tuanya tau di mana tempat Jeslyn bersembunyi, namun mereka memilih untuk menutupi semuanya darinya. Padahal Gilbert jelas tau bagaimana hancurnya Robert kala Jeslyn pergi meninggalkannya. Terlebih Abigail, Robert juga tidak mengira jika Abigail juga ikut terlibat untuk menutupi fakta penting ini darinya. ‘’Jadi kini semua orang bersatu untuk membantumu bersembunyi dariku?’’ tanya Robert dengan lirih sembari menatap Jeslyn dengan getir. Melihat Jeslyn yang menunjukan seringaian sinis ke arahnya membuat hati Robert terasa tercubit. Jeslyn memang tidak lagi menginginkannya. ‘’Kami hanya memberikanmu kesempatan untuk bahagia bersama dengan orang pilihanmu,’’ jawab Jeslyn dengan santai. Namun ekspresi Jeslyn di mata Robert seolah tengah mengejeknya. ‘’Aku percaya jika kamu jelas tau apa yang terjadi sebenarnya. Tetapi kamu memilih untuk menghilang alih-alih kembali, taukah kamu apa yang terjadi denganku setelah kepergianmu?’’ tanya Robert dengan nanar. ‘’Jika kebohongannya tidak terbongkar dengan cepat, aku yakin kamu tidak akan terpuruk seperti ini. Kesedihanmu bukan karena kepergianku Robert, itu karena kamu merasa kesepian sebab kamu sekarang sendirian,’’ jawab Jeslyn yang terdengar begitu menyakitkan di telinga Robert. Mantan istrinya itu tidak bisa merasakan cinta Robert untuknya di masa lalu. Mungkin semua ini adalah balasan karena Robert sudah terlalu sering menarik ulur perasaan Jeslyn dulu. ‘’Damie, setelah ini kamu ada kelas karate. Sebaikya kita pulang sekarang,’’ ucap Jeslyn sembari mengusap rambut Damien dengan lembut. ‘’Bagaimana dengan Daddy?’’ tanya Damien bingung. ‘’Daddy masih ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, bukankah begitu?’’ tanya Jeslyn sembari menatap ke arah Robert. Robert yang paham jika waktunya telah habis hanya bisa menganggukkkan kepalanya dengan terpaksa. Karena jam makan siang memang sudah terlewat. ‘’Apakah kita bisa bertemu lagi?’’ tanya Robert dengan sendu. ‘’Bisa, di waktu yang tepat,’’ jawab Jeslyn sembari merapikan pakaian Damien sebelum menurunkan Damien dari kursi. ‘’Berpamitan pada Daddy,’’ ucap Jeslyn. Damien lalu melepaskan tautan tangannya dengan Jeslyn lalu berjalan menghampiri Robert dan merentangkan tangannya, tanda jika dirinya ingin dipeluk. Robert lalu berlutut di depan tubuh kecil Damien dan memeluknya. Ada perasaan tak biasa yang berterbangan di dadanya hanya karena berpelukan dengan Damien. ‘’Sampai bertemu lagi, Daddy,’’ ucap Damien dengan tersenyum lebar lalu melepaskan pelukan Robert dan bersiap pergi dengan Jeslyn. ‘’Tunggu, siapa namanya? Nama lengkapnya?’’ tanya Robert pada Jeslyn. ‘’Damien Velajuel Hamilton,’’ jawab Jeslyn lalu menggandeng tangan Damien dan berlalu pergi. Damien lalu melambaikan tangannya sebagai tanda perpisahan pada Robert. Sedangkan tubuh Robert masih terdiam kaku dan baru sadar setelah tubuh Jeslyn dan Damien tak lagi berada dalam jarak pandangnya. Hanya karena mendengar nama putranya, telah berhasil membuat dunia Robert seolah terenggut seketika karena rasa terkejutnya. Bahkan setelah sikap Robert yang begitu b******k di masa lalu, hingga tak terhitung berapa kali Robert menyakiti hati Jeslyn, namun mantan istrinya itu masih sudi untuk menyematkan nama Hamilton di belakang nama putra mereka membuat Robert semakin merasa bersalah dan malu jika mengingat bagaimana b******k dirinya di masa lalu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD