BAB 76 – Titik Balik di Antara Rasa dan Dendam Malam itu, kampus yang biasanya riuh dengan tawa dan langkah kaki mahasiswa, berubah menjadi sunyi sepi. Lampu-lampu di lorong utama bergemerlapan redup, seolah ikut menyembunyikan kisah yang sedang bergulir di dalam hati Arka. Ia duduk di bangku taman dekat perpustakaan, matanya menatap kosong ke langit malam yang gelap, namun berkilauan oleh bintang-bintang jauh yang samar-samar terlihat. Arka sedang bergulat dengan rasa yang campur aduk—antara cinta yang tumbuh perlahan, dan dendam yang menggerogoti jiwanya. Selama ini, ia tahu betul bahwa pria yang dulu menyakitinya, Daffa, adalah orang yang kompleks. Di balik sikapnya yang dingin dan kadang kejam, ada sisi yang membuat Arka sulit untuk benar-benar membencinya. Malam itu, kenangan-kenan

