Hari Pembalasan

1116 Words
Orang tua dari Citra bergegas menghampiri Citra yang sudah basah kuyup, membantu Citra menngeringkan wajahnya, namun karena terlalu basah make up Citra luntur sedikit demi sedikit dan membuat make upnya hancur. Tamu undangan dibuat kaget dengan Tindakan Rainy, beberapa orang ada yang merekam kejadian itu sambil tertawa terbahak – bahak. Meneriakkan kata – kata yang tidak pantas untuk Rainy, karena mereka semua mengira Rainy adalah perempuan yang di campakkan ditinggal menikah oleh Zaki. Rainy dengan mata sinis menatap orang – orang yang sedang menertawakan dirinya. “Hahaha.. beri tepuk tangan dulu dong untuk Zaki dan Citra, rupanya mereka membuat gossip rendahan seperti itu yah.” Zaki bersama kedua orang tuanya berusaha menghentikan apa yang ingin di ucapkan Rainy. “Rainy.. Please tolong hentikan apapun yang akan kamu lakukan, kamu sendiri yang tidak ingin melanjutkan pernikahan dengan aku kan, tapi kenapa sekarang kamu seperti ini?” Emosi Zaki sudah tidak bisa ia tahan lagi. Rainy melirik dengan tatapan yang sangat marah ke Zaki sambil berjalan menghampiri seorang Mc yang sedang memegang microphone. Dengan lancang Rainy merampas microphone itu dari tangan MC. “Kalian semua orang – orang yang sudah percaya dengan omong kosong dari cerita – cerita Zaki. Terserah kalian mau percaya Zaki atau yang akan saya katakan sekarang, itu semua terserah kalian. Saya di sini sebagai orang yang sangat tersakiti hanya ingin menyampaikan kalau pernikahan saya dan Zaki batal karena hal menjijikkan yang sudah Zaki dan Citra lakukan, bahkan mereka melakukan itu didalam rumahku, didalam kamarku. Kalian bayangkan saja, orang yang sudah aku sangat percaya dan aku sudah menyimpan banyak harapan yang aku bangun untuk hidup bersamanya dalam lima tahun belakangan ini, di buat hancur hanya dalam satu hari dengan perbuatannya bersama dengan sahabatku sendiri, sahabatku yang juga sangat aku sayang, yang sudah aku anggap sebagai kakak sendiri, tega mengkhianatiku. Dan mereka beralasan khilaf? Haha lucu sekali.” Rainy mengeluarkan semua rasa sakit hatinya, tanpa sadar air matanya sudah membasahi pipinya. Orang – orang yang tadinya menertawakan Rainy, merasa sangat bersalah. Ada di antara mereka ikut menangis mendengarkan kisah Rainy. “Belum selesai sampai di situ, laki – laki ini setelah berciuman mesra dengan sahabatku sendiri. Dia masih saja ingin melanjutkan pernikahan dengan ku, orang yang sudah ia sakiti. Maaf saja, tapi aku sangat berterima kasih kepada Tuhan karena sudah membukakan mataku untuk melepaskan kedua orang ini sebelum pernikahanku terjadi. Aku tau aku tidak seharusnya seperti ini, membela diriku dan terlihat seperti orang bodoh menangis di depan kalian semua. Aku hanya ingin memberi informasi yang benar dengan kalian semua, semoga kalian semua di jauhkan dari orang – orang yang berkhianat seperti mereka. Dan satu lagi, semoga kalian berdua hidup bahagia selamanya.” Ucap Rainy sambil melihat Zaki dan Citra yang menunduk karena malu akan semua ucapan Rainy. Rainy berjalan turun dari panggung dengan hati senang dan sangat plong sudah menceritakan semuanya. Tania dan Cycil berlari menghampiri Rainy dan memeluk Rainy. Beberapa orang berjalan keluar meninggalkan acara Zaki yang bahkan belum satu jam berlangsung, hampir dari semua orang meninggalkan acaranya karena merasa tidak sudi berada diacara tersebut, dan juga karena mereka menghargai Rainy yang menjadi orang yang sangat tersakiti saat itu. “Lo kuat banget Rainy.” Kata Tania. “kalau gue sih, Lo keren banget Rainy. Gue sampai tepuk tangan loh tadi pas Lo nyiramin jus itu ke mereka berdua.” Ucap Cycil sangat bersemangat. “Lo minum dulu deh Rainy.” Kata Gery sambil memberikan satu botol air mineral ke Rainy. “Tenang.. ini bukan dari sini kok, ini Gery beli di minimarket tadi.” Celetuk Arga. Rainy berbalik melihat Zaki dan Citra yang menatap Rainy. Tatapan Zaki yang seolah sangat menyesali perbuatannya sangat berbeda dengan tatapan Citra yang menahan amarah karena sudah menghancurkan acara pernikahannya. Rainy tersenyum lalu berjalan keluar dengan penuh percaya diri bahwa apa yang barusan ia lakukan adalah perbuatan yang benar. “Guys makasih banget untuk hari ini, makasih karena kalian selalu ada di sampingku, menemaniku saat aku terpuruk seperti ini.” Ucap Rainy. Matanya mengeluarkan air mata lagi dan lagi. “Udah dong sedihnya, gimana kalau hari ini kita pergi karaoke aja? Biar gua yang traktir.” Seru Gery. “Maaf tapi hari ini aku pengen sendiri, lain kali aku pasti gabung kok sama kalian. Tapi tolong kalian jangan tidak jadi pergi yah, kalian juga harus bersenang – senang kan.” Kata Rainy berusaha memberikan senyuman untuk sahabat – sahabatnya. “Tapi Lo langsung balik kan Rain?” Tanya Tania khawatir. “Iya gue langsung balik kok, kalian semua nggak perlu khawatir yah.” “Hmm.. ya udah kalau gitu. Panggil kita kapanpun Lo butuh sesuatu Rainy.” “Gue nggak mau ngerepotin kalian terus.” “Lo nggak pernah ngerepotin kita Rainy.” Ucap Arga. Rainy masuk ke dalam mobilnya, meninggalkan teman – temannya yang tidak rela Rainy pulang sendirian. Dengan pikiran kosong, Rainy melajukan mobilnya tanpa arah dan tujuan. Hingga akhirnya ia sampai di sebuah pantai yang sangat jauhnya dari rumahnya. Di pantai itu lumayan sepi, hanya ada beberapa orang saja, di karenakan hari itu juga adalah hari kerja. Rainy turun dari mobilnya menghirup udara segar disore hari dipinggir pantai itu. “Hah rasanya sudah lama sekali aku tidak menginjakkan kakiku di pantai seperti ini.” Gumam Rainy. Saat bergumam Rainy mengingat masa lalunya dengan Zaki yang pernah berkata ingin berbulan madu dengan Rainy dengan melihat view pantai di Maldives. “Haahahaha Maldives katanya? Hahhahaha.” Rainy tertawa terbahak – bahak. “Brengseeekkkk !!!!” Tanpa sengaja Rainy berkata kasar dan mulai menangis. Rainy berteriak sekencang – kencangnya, mengeluarkan semua amarah yang ada dihatinya. Rainy menangis tanpa peduli orang – orang di sekelilingnya yang memang beberapa orang tidak memperhatikan Rainy. Rainy mulai melepas heelsnya, berjalan memasukki pantai sedikit demi sedikit. Sampai air di pantai sudah menutupi sampai diperutnya. “Woii sadaaarrr !!!” teriak seorang lelaki yang tiba – tiba datang sambil menarik tangan Rainy untuk keluar dari air. Rainy yang sedang menangis tidak sanggup lagi menahan kesedihannya, Rainy refleks memeluk lelaki itu sambil menangis sesegukan di pelukannya. “Oke,, menangislah sampai kamu puas.” Ucap lelaki itu yang bahkan tidak berani menyentuh Rainy sama sekali. Padahal ia sangat ingin memenangkan Rainy dengan menepuk – nepuk pelan pundak Rainy. Lima belas menit berlalu dengan posisi Rainy memeluk lelaki itu, Rainy perlahan mengangkat kepalanya dari sandaran dipundak lelaki tersebut sambil mengusap air matanya. “Are you okey?” Tanya lelaki itu sambil menatap Rainy. “Duduk dulu yah.” Sambung lelaki itu menyuruh Rainy untuk duduk dipasir di pinggir pantai. Rainy sangat malu karena telah memeluk lelaki yang ia tidak kenal sama sekali bahkan sampai memeluknya. Rainy menatap perlahan wajah lelaki itu, karena Rainy merasa kalau lelaki itu pernah ia temui sebelumnya. “Randy? Lo Randy kan?” ====
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD