Randy berbalik menatap Rainy yang sedang memegangi dompetnya sambil bertolak pinggang.
"Dari mana Lo tau nama gue?" Tanya Randy penasaran.
"Yahh dari sini lahh.."
"Eiittsss jangan marah dulu kali, dompet Lo tadi jatuh tapi nggak sengaja terbuka, ya gue juga jadi nggak sengaja dong lihat kartu identitas Lo." Ucap Rainy segera menjelaskan ke Randy sebelum Randy berbicara yang tidak - tidak.
“Ohh oke.. thanks yah.” Singkatnya lagi Randy mengambil dompetnya dari tangan Rainy lalu pergi setelah mengucapkan terima kasih.
“Hmm.. hari ini gue maklumin Lo yahh.” Teriak Rainy ke Randy. Tapi Randy sama sekali tidak peduli denga napa yang dikatakan Rainy.
“Gue maklumin deh karena Lo habis bertengkar sama cewek Lo.” Gumam Rainy sambil masuk ke dalam mobilnya.
Rainy meninggalkan parkiran kantornya lalu mengendarai mobilnya menuju butik langganannya untuk mencari gaun yang akan dipakainya nanti ke acara pernikahan Zaki dan Citra. Rainy memilih baju yang paling cantik dan hanya ada satu – satunya dibutik itu.
Hari pernikahan Zaki dan Citra pun akhirnya tiba, Rainy berdiri di balkon depan kamarnya selama hampir satu jam.
“Rainy.. udahlah kalau Lo nggak bisa pergi nggak usah dipaksakan, kita juga nggak bakalan pergi kok kalau Lo nggak pergi.” Ucap Tania sambil menengok ke Cycil yang juga berada disampingnya.
“Iya Rainy, Lo nggak sadar apa, Lo udah hampir satu jam tau nggak sih berdiri disana. Bikin kita khawatir tau nggak.” Gumam Cycil.
Rainy menarik nafas panjang lalu menghembuskannya kembali.
“Nggak kok girls.. Gue udah putuskan kalau gue bakalan datang ke acara pernikahan mereka. Tenang aja gue nggak apa – apa.” Ucap Rainy berjalan memasuki kamarnya kembali.
“beneran Lo?” Tanya Tania.
“Gue ogah banget Lo datang kesana Rainy. Ngapain sih kita harus datang ke acara orang - orang nggak tau malu itu. Rainy.. mereka berdua memakai tanggal pernikahan yang Lo pilih sendiri, apa Lo nggak cukup sakit hati dengan itu?” Kata Cycil sangat kesal.
“Huusshhh.. Apaan sih Lo? Ngapain ngomong kayak gitu.” Ucap Tania pelan lalu mencubit lengan sedikit lengan Cycil.
“ihh.. Gue tuh ngomongin fakta yah.” Ucap tegas Cycil.
Rainy berjalan ke depan lemari tempat ia menyimpan gaun yang sudah ia beli kemarin.
“Kalian berdua ngapain sih? Nggak usah bertengkar seperti itu untuk hal yang tidak penting. Gue udah bilang gue nggak kenapa – kenapa, gue udah bisa mengikhlaskan semua yang terjadi. Jadi lebih baik sekarang kalian berdua cepetan siap – siap, habis itu kita berangkat.” Ucap Rainy lalu mengambil satu kotak perhiasan yang akan dipakainya. Rainy mengeluarkan satu kalung berlian lalu ia kalungkan di lehernya sambil menatap cermin besar yang ada di tembok kamarnya.
“Oke Fine, kalau bukan karena Lo yang mau kesana , kita nggak bakalan pergi juga.” Celetuk Cycil.
“Hahah.. iya Cycil sahabatku sayang. Udah yah marah – marahnya.” Kata Rainy sambil tertawa.
Tania sendiri sudah sibuk berdandan dimeja rias Rainy yang berkuruan hampir setengah tembok kamar Rainy. Setelah bersiap – siap, Rainy, Tania dan Cycil turun dari kamar Rainy. Di lantai satu sudah ada Ibu Maya dan Pak Hadi yang menunggu Rainy, dengan ekspresi wajah mereka yang tampak sangat mengkhawatirkan Rainy.
“Ihh apaan sih mama sama Papa? Kenapa deh ekspresinya seperti itu? I’m Fine. Apa mama dan papa nggak lihat Rainy sudah cantik seperti ini? Tenanglah, aku bisa mengatasinya.” Ucap Rainy yang ingin menenangkan kedua orang tuanya.
"Hmm.. baiklah kalau itu sudah menjadi keputusanmu sayang, mama dan papa tidak akan melarangmu untuk pergi." Kata Ibu Maya.
"Papa tidak tau harus berkata apa - apa lagi tentang mereka berdua. Sudahlah, kalau memang anak papa ini sudah bisa ikhlas, papa juga akan berusaha untuk ikhlas menerima semua ini." Ucap Pak Hadi.
Rainy tidak ingin membuat semua orang di sekelilingnya merasa khawatir dengan dirinya, jujur saja Rainy merasakan sakit hati yang begitu dalam saat ini. Begitu banyak kenangan indah dengan Zaki, lima tahun Rainy dan Zaki berpacaran hingga akhirnya memutuskan untuk menikah adalah suatu keputusan yang sangat di nantikan Rainy, tapi tidak cukup satu hari Zaki malah menghancurkan semua harapan indah Rainy.
Perjalanan yang tidak sampai setengah jam akhirnya Rainy dan sahabat - sahabatnya sampai di tempat pernikahan Zaki dan Citra. Kaki Rainy begitu gemetaran saat melihat foto berdua Zaki dan Citra yang terpasang begitu besar di depan pintu masuk halaman pernikahan Zaki.
"Rainy? Rainy? Lo nggak apa - apa? Mau duduk dulu?" Tanya Tania sambil memegangi kedua pundak Rainy.
"Ahh? Ohh nggak kok. Huuftt.. ayo masuk yuk guys." Jawab Rainy memegangi tangan Tania dan Cycil menghela nafasnya sambil berjalan masuk.
"Ehh, Rainy Tania.. Cycil ! Tunggu." Teriak salah seorang Lelaki dari parkiran.
"Ehh, Gery sama Arga ternyata baru datang juga." Ucap Cycil berbalik ke belakang dengan tangannya yang sudah berada didepan jidatnya karena kesilauan melihat ke arah parkiran mobil.
"Cepetaaann." Teriak Tania menyuruh Gery dan Arga belari menuju mendekati mereka.
“Hai cantiik. Duhh teman – teman gue emang selalu paling cantik yah.” Ucap Arga.
“Hahaha mulai deh Lo. Nggak usah aneh – aneh yahh.”
“Hahah, tapi emang gitu kenyataannya. Eh by the way gimana penampilan gue? Udah keren nggak?” Tanya Arga Lagi sambil memutar badannya di hadapan teman – temannya.
“Hah? Emangnya kenapa kalau penampilan Lo nggak keren? Nggak usahlah seperti itu, apa Lo berusaha keras untuk tampil keren hanya untuk datang ke pernikahan para pengkhianat ini?” Tanya Cycil dengan kesal.
“Cycil kenapa sih? Jutek banget. Jangan galak – galak, kasihan tuh Arga langsung ciut karena omongan Lo.” Kata Rainy.
“Hmm.. guys lebih baik kita masuk aja yuk, daripada terus berdiri di sini mendengar omongan tidak jelas dari Arga.” Kata Gery sambil merangkul Rainy dan juga Tania.
“Hahahahah.”
Saat Rainy dan yang lainnya mulai melangkah masuk, suara - suara kecil mulai terdengar.
"Ehh itukan yang seharusnya menikah sama Zaki."
"Kok bisa yah dia datang kesini?"
"Eh katanya dia yang batalin pernikahannya dengan Zaki."
"Katanya dia selingkuh dari Zaki tuh."
"Ya ampun, nggak gitu. Katanya dia berubah fikiran karena Zaki juga seorang CEO, dia nggak mau dikalah."
"Duh kalau gue jadi dia sih ogah yah datang ke sini."
Ucapan - ucapan yang tidak benar mulai terdengar di telinga Rainy. Betapa sakit hatinya Rainy mendengar semua ucapan yang tidak benar dari mulut - mulut yang tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Terlebih lagi tatapan - tatapan sinis yang Rainy dapatkan sangatlah mengganggu perasaan Rainy.
"Wahh.. berani sekali mereka berbicara seperti itu, mereka nggak tau apa - apa loh. Lihat aja—"
Cycil baru saja ingin menghampiri orang - orang yang baru saja membicarakan hal jelek tentang Rainy, tapi langkahnya sudah di hentikan oleh Rainy.
"Hei heii.. Cycil nggak usah, gue juga nggak ambil pusing kok mereka mau ngomong apa. Lebih baik kalian duduk yang tenang disini. Okeyy?" Ucap Rainy berusaha tersenyum dihadapan teman - temannya.
"Lo kuat banget sih Rainy." Ucap Gary.
"Gue punya kalian guys, gue percaya kalau ini sudah jalan yang terbaik yang tuhan kasih buat gue. Dan gue pengen kalian semua tetap jadi sahabat - sahabat gue." Kata Rainy sambil melihat ke sekelilingnya.
"Guyss.. gue harus kesana dulu, kalian tunggu disini." Ucap Rainy sambil menunjuk tempat gelas - gelas kaca yang tersusun rapih di dekat beberapa macam minuman diatas meja panjang. Rainy berdiri disertai dengan senyum licik diwajahnya.
"Ehh.. kok perasaan gue nggak enak yah, lihat senyumnya Rainy seperti itu." Celetuk Arga.
“Loh bukannya bagus yah Rainy udah mulai tersenyum seperti itu, nggak kelihatan sedih lagi.” Kata Cycil yang sebenarnya juga khawatir dengan senyuman yang ditunjukkan Rainy.
“Ya iya sih, tapi aneh aja tau. Seperti bukan Rainy.” Jawab Arga menatap semua temannya.
“Eh eh sssttt Rainy udah jalan kesini tuh, berhenti berbicara yang nggak – nggak.” Kata Gery.
Rainy berjalan kembali dengan dua gelas jus jeruk ditangannya, tapi Rainy melewati meja bundar yang tempatnya duduk bersama teman – temannya.
“Loh.. Rainy Lo mau kemana?” Tanya Tania dengan volume suara yang cukup besar.
“Wait guys.. kalian akan melihat pertunjukkan yang spektakuler.” Jawab Rainy berjalan terus tanpa menatap teman – temannya.
Rainy menuju ke tempat Zaki dan Citra duduk menunggu tamu undangan yang ingin memeberi selamat dan berfoto dengan mereka.
“Guys itu Rainy mau kemana? Mau ngapain?” Tanya Cycil panik.
“Ihh kita juga nggak tau Cycil, Lo bisa nggak nggak panik kayak gitu? Kita semua juga sama nggak Taunya sama Lo.” Seru Tania dengan tegas.
“huft, hentiin Rainy dong, diam ngapain sih kesana sendirian.” Kata Cycil lagi.
“Cycil lebih baik kita tunggu saja apa yang akan dilakukan Rainy, kalau Rainy di sakiti disana kita semua ada di sini untuk menolong Rainy.” Ucap Gery.
“Bener apa yang dikatakan Gery, kita tunggu di sini aja dulu. Lo minum dulu biar tenang.”
Orang tua Zaki yang berada di sebelah kiri Zaki langsung berdiri kaget melihat kedatangan Rainy, tapi Rainy melewati orang tua Zaki tanpa sepatah katapun, senyuman licik masih tertera di wajah mungilnya.
Zaki dan Citra juga spontan berdiri bersamaan dengan wajah yang begitu tegang, Zaki dan Citra menyambut kedatangan Rainy.
“Rainy.. kamu datang yah? Terima kasih yah.” Ucap Zaki setengah gugup.
“Makasih yah Rainy kamu sudah mau hadir diacara kami, gue kira Lo nggak bakalan mau datang.” Kata Citra yang dari tadi memegangi tangan lengan Zaki.
“Udah basa – basinya? Gue kesini untuk ini.” Ucap Rainy sambil mengangkat kedua gelas yang ada ditangannya di tunjukkan ke depan Zaki dan Citra.
Rainy tersenyum dan langsung menyiramkan kedua jus jeruk yang ada di tangannya ke wajah Zaki dan juga Citra.
“HAAAAAAHHHH???” teriak kaget semua orang yang melihat Tindakan Rainy.
====