"Gue tau kita emang masih SMA, dan gue tau anak seumuran kita emang lagi labil-labilnya. Sekarang bilang iya, besok enggak, pokoknya gak konsisten. Tapi gue mohon, lo harus percaya. Hati gue sama sekali gak labil, perasaan gue pun uda gak bisa di otak atik lagi. Cinta gue sepenuhnya buat elo, dan udah jdi milik elo. Apapun yang terjadi, apapun yang elo liat, apapun yang gue perbuat, gak akan bisa ngerubah keadaan. Kalo gue cinta elo, Alfi.." mata Refal menatap lekat mata Alfi. Ia berusaha meyakinkan kekasihnya, bahwa dirinya benar-benar mencintai Alfi. Saat perasaan Alfi mulai ragu akan Refal. Alfi terdiam, mencerna perkataan Refal. Hembusan angin malam menerpa mereka yang sedang berhadapan, di depan rumah Refal. Malam ini, mereka berniat untuk jalan. Namun karena ada yang tertinggal Refa

