Tiga Puluh Empat

2060 Words

Hingga malam kembali tiba, Alfi masih sama sekali tak menemukan adanya kemanisan di hari ulang tahunnya ini. Kecuali perayaan kecil dari keluarganya. Sedangkan Refal? Dia masih juga tidak peka saat Alfi yang menatapnya begitu dalam di atas gedung sekolah. Satheo? Dia masih belum ada kabar. Semuanya terasa menghilang. Alfi bagaikan hidup sendirian di muka bumi ini. Orang yang biasanya selalu ada disisinya ternyata sama sekali tak memperdulikannya. Sebisa mungkin mata Alfi terpejam, berusaha untuk tidur. Mengakhiri hari yang sangat buruk ini. Meski sebenarnya Alfi sama sekali tidak mengantuk. Wushh.. Angin malam yang bertiup kencang itu masuk melalui jendela kamar Alfi yang tiba-tiba terbuka. Alfi yang setengah tidur langsung tersadar, matanya terbuka, melihat jendelanya yang terbuka. "Ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD