Tiga Puluh Tiga

1909 Words

Ribuan bintang di langit tampak begitu indah mewarnai angkasa. Angin malam terasa begitu menusuk kulit Alfi yang sedang terduduk di pelataran kamarnya. Alfi terduduk menyandar pada tembok yang ada. Posisinya bisa di bilang cukup berbahaya. Karena jika di dorong sedikit saja Alfi bisa langsung terjatuh ke bawah. Sekitar jam setengah 1 malam, Alfi masih enggan beranjak dari posisinya. Rasa kantuk sedikitipun seakan tak menghampirinya. Dengan tenang Alfi terus bernyanyi, mengikuti alunan musik yang terdengar melalu headset yang tercantol di telinganya. "Refal.. Refal.. hubungan kita lucu ya, tau tau marahan abis itu baek lagi. Gak jelas. Tapi emang gue kan nggak jelas yaa?" Alfi bergumam sendiri, sambil tertawa kecil. Membayangkan betapa anehnya kisah cintanya bersama Refal. Mata beningnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD