Dua Puluh Sembilan

2019 Words

Alfi tersenyum melihat Refal tengah berdiri membelakanginya. Lelaki itu tampak begitu gagah meski terlihat dari belakang. Alfi pun berjalan menghampirinya, lalu berdiri mensejajarinya. "Lama yaa kita nggak ke tempat ini." Alfi memulai pembicaraan saat tengah berdiri di sebelah Refal. Refal menengok, melihat sosok Alfi tengah tersenyum kearahnya. Refal membalas senyuman Alfi. Mata Refal kini menatap tajam mata bening Alfi. Gadis di hadapannya memang benar-benar manis. Wajahnya terlihat begitu polos, seperti tak ada beban apapun. Hening. Tak ada pembicaraan. Keduanya terdiam. Hanya terdengar deru nafas mereka yang menyatu bersama udara sejuk di atas gedung sekolah ini. Meski matahari sudah mulai memanas karena sudah jam 10. "Maaf.." dengan bersamaan keduanya menengok. Mereka kini berhada

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD