Dua Puluh Delapan

2069 Words

Dengan hati-hati ia melangkah, memperhatikan situasi kanan-kirinya. Setelah merasa aman ia pun memulai aksinya. Ia berjalan memasuki rumah minimalis itu. Dengan segera di letakannya sebuah kertas berisi cd di depan pintu rumah tersebut. Dengan segera ia kembali keluar karena merasa tugasnya sudah selesai. *** Seketika Raby menengok saat merasa ada yang menggapai pundaknya. Raby pun menatap orang yang kini berada di hadapannya. Ia menatap orang itu dengan tatapan bingung. Raby berpikir sejenak, apakah ia mengenalnya? Namun rasanya Raby sama sekali tak mengenali dia. Siapa dia? Mau apa dia? Batin Raby penuh tanya. "Tolong kasih ini ke yang punya rumah ini yaa." seorang lelaki yang tadi menggapai pundak Raby berbicara. Ia mengulurkan sepucuk surat di balut amplop berwarna coklat pada Rab

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD