11

5205 Words

Akira sudah terbangun sejak tiga puluh menit yang lalu. Dan dia tidak punya alasan untuk bangkit dari ranjang atau sekadar ke kamar mandi guna menggosok gigi dan mencuci muka. Dia masih berbaring, menatap polos pada gadis yang terlelap di sebelah tempat tidurnya. Alana tidak keberatan karena dia membagi ranjang miliknya bersama. Meski ukuran tubuh Akira dua kali lipat lebih besar, gadis itu tetap memberikan sisi ranjang yang kosong untuknya dengan dalih menemani tidur malamnya. Dan malam ini mereka berhasil melewati malam yang dingin tanpa mimpi buruk dan hantu dari masa lalu yang mencekik mereka, seperti membunuh dari dalam. Akira benar-benar terlelap dan dia berharap Alana mengalami malam yang sama. Tangannya terjulur, mengusap anak rambut gadis itu tanpa membuatnya terbangun. Dengan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD