Shift kerja Ellis baru saja selesai. Ia buru- buru mengemasi barangnya dengan perasaan yang masih tidak enak dan keluar dengan cepat dari toko, tepat ketika mobil mewah Tony baru saja berhenti tepat di dekatnya. Tony keluar dari mobilnya, memandangi Ellis yang melewatinya begitu saja tanpa menyapa. “El!” seru Tony memanggil Ellis. Wajah Tony jelas heran. “Kau buru- buru sekali! Kau... kenapa?” tanya Tony yang baru menyadari wajah pucat dan gelisah Ellis. “Oh, Tony!” sahut Ellis yang baru menyadari kehadiran pria berambut awut- awutan itu. “Ada apa kau datang ke sini?” Tony memiringkan kepalanya sedikit. “Aku ingin memberitahumu, kalau permintaan maaf dari seluruh media untuk kasus Julie akan dicetak besok! Bagus bukan?” kata Tony berseri- seri. “Ya, syukurlah,” kata Ellis mengangguk ce

