Episode 7

1044 Words
Anggara : Kalau diperhatikan dia manis juga saat tertawa..bicaranya juga aneh dan lucu tapi dia orang yang sangat merepotkan, entah kenapa saat aku tertawa barusan rasanya lega tanpa beban. Sepertinya sudah lama sekali atau aku tidak pernah sama sekali tertawa seperti ini!banyak hal yang aku tahan dalam hidup ini seperti jalan hidupku, mimpi-pimpiku dan juga keinginanku. Aku hanya bisa melihat dari balik punggungnya yang seakan dia sedang menyembunyikan rasa malu atau sesuatu yang akan direncanakannya namun aku senang melihatnya.. apapun itu sepertinya menarik Aku merasa penasaran akan dirinya "Iyah aku meminjam sepeda" katanya berbisik malu Perkataannya membuatku terkejut dan ingin sekali aku mendengarkan lagi untuk bercerita selanjutnya Wanita yang terlihat nakal namun manja sungguh menarik Tapi kenapa aku harus memikirkan dia? ah jangan cepat percaya pada wanita! Nindi : "Itu punya pak mamat!" kataku yang berusaha menjelaskan pada Anggara "habisnya nenek selalu melarangku! akukan jadi kesel!" "Eh, ngomong-ngomong kita mau kemana?" "Apa nenek tau?" Anggara hanya terdiam menatapku dan akupun melihat kedua bola matanya yang bergerak-gerak indah dengan tersenyum yang berarti iya "Silahkan nona" kata seseorang yang membutku terkejut Seorang pelayan telah membukaan pintu mobil untukku Tidak terasa aku sudah berada di istananya sang pangeran yang terhormat ini! dimana semua pelayan telah berjejer rapi untuk menyambut kedatangan kami bak seorang putri dan pangeran kerajaan yang disambut oleh para abdinya Ah, memang benar adanya Dialah pangeran di era modern ini..entah kenapa aku merasa senang dan bahagia diperlakukan seperti putri raja padahal kalau dirumah aku mah ogah! Kenapa yah, karena aku merasa risih dan tidak nyaman sampai terkadang nenek memarahinku karena aku yang selalu susah diatur dan sesuka hati. "Nona silahkan menunggu disini!" Aku menunggu disebuah taman yang cukup luas dengan perkebunan yang ditumbuhi berbagai macam bunga-bunga cantik dan pepohonan yang tumbuh rapi dan apik dihiasi berbagai dekorasi tamanan yang mengesankan sebuah tempat yang sangat indah dan menyenangkan. Ah sungguh nyamannya aku melepas penat dan rasa pegalku akibat mengayuh sepeda tadi Duduk bersandar ingin sekali aku memejamkan mata dan tidur sebentar mungkin tidaklah apa sebari menunggu sang pangeranku datang ha ha.. Ternyata rasa lapar dan hausku sudah datang tak apalah kalau saya mencicipi cemilan yang sudah tersedia..tidak akan mungkin seorang tuan putri menjadi jelek apabila makan? kan aku laparan ya mending aku makan!! Tanpa ragu dan malu aku memakan cemilan-cemilan dan minuman yang ada dihadapanku Tiba-tiba aku tercengang sungguh pemandangan yang sangat mengagumkan, hingga mataku tidak sedikitpun berkedip saat melihatnya seakan aku terpesona dan terpukau akan ketampanannya tidak akan mungkin menolak kaum hawa manapun yang tidak terpikat olehnya "Ayo kita temui kakek!" katanya menghampiriku Aku hanya menatapnya yang sedang bertanya entah apa yang ia tanyakan seakan telinga ini tidak mau mendengar "Hey kenapa!!kamu tidak dengar" teriaknya "Oh iyah!!kenapa?? " kataku gugup "maaf tadi aku agak lelah" "Nonaaa silahkan! mari nona berganti pakaian" Kata seorang pelayan yang juga mengejutkanku "Tapii..saya tidak bawa baju ganti!! " "Mari saya antar nonaa silahkan!! " Pelayan itu seakan memaksaku untuk mengikutinya dan akupun terpaksa menuritinya dengan memasuki sebuah ruangan yang nampak sudah dipersiapkan, beberapa pelayan mengeluarkan gaun-gaun yang indah untuk aku kenakan. Dan akhirnya jatuh disebuah gaun putih yang sangat cantik dan elegan. Polesan wajah yang begitu simple dan menawan membuat wajah kusutku kembali segar dan berseri-seri aku merasa senang sekali terlihat begitu cantik dan anggun aku putarkan badanku dengan mengkibas-kibaskan gaunku didepan cermin sambil tersenyum senang Akupun pergi berlari menghampirinya "Ayoo! kamu mau membawaku kemana? " Kataku dengan girang mendekati Anggara yang duduk termenung Begitu senangnya sampai aku senyum-senyum padanya seperti anak kecil yang senang telah mendapatkan mainan entah apa yang ada dipikiranku pokoknya hatiku sangat senang "Hey! hey..apakah aku terlihat cantikk!!" tanyaku riang Anggara hanya menatapku sebentar dengan wajahnya yang datar entah apa yang ada didalam otaknya "Sudah??" katanya dengan menatapku seakan menyuruhku berhenti bertanya dan itu membuatku kesal Akupun mengikuti langkah kakinya berjalan disepanjang koridor melewati taman-taman cantik menuju sebuah ruang makan dengan meja yang besar dan panjang cukup untuk dua puluh orang "O o oh silahkan!silahkan.." Sambutnya dengan hangat seorang kakek yang berwajah indo eropa bertubuh besar terlihat sangat segar "Kakek" Akupun segara menyapanya..tersenyum mencium tangannya sambil mendekap memeluknya Mungkin kali ini aku tidak begitu canggung karena ini pertemuanku yang ketiga kalinya..yang pertama saat aku bertunangan, yang kedua saat berkunjung kerumah dan sekarang ketiga Oh iya aku belum cerita..bahwa kakek Wijayadi ini adalah keturunan indo eropa seorang gadis portugis yang jatuh cinta pada seorang pangeran jawa maka dari itu tidaklah heran kalau Anggara berwajah sangat tampan "Bagaimana sekolahmu?" "Baik kek! tidak ada masalah" "Syukurlah.." "Anggara..kamu jangan lupa menjaganya" "Iya kek! pasti.." "Kalian adalah cucu-cucuku tidak boleh ada yang membuat kesalahan!!" "Iyaaa kek" jawab kami berdua dengan saling menatap "Baguss kalian adalah pasangan yang sempurna kakek bangga punya kalian" Terlihat wajah kakek itu seperti nenek yang sangat senang akan pertunangan kami Huhh kakek ini persis nenek! kalau ngomong panjang lebar sampai kemana-mana aku jadi seperti orang cupu yang bengong dengerinnya! apalah dikata mereka orang tua itu sama saja! Sambil makan sambil dengerin ceramah dari meja makan sampai ruang santai aku yang harus bersikap manis, lembut dan penurut aku yang tidak seperti biasanya itu membuatku sangat capek Disini aku harus benar-benar jadi seorang gadis cantik yang lembut dan manis yang sesekali aku harus senyum sana sini berkata iyah, baik, iyah, baik, haduhh membuatku ingin menagis ajah coba kalau dirumah aku pasti sudah kabur dari tadi "Tidak disangka gadis liar ini jinak saat dihadapan kakek" kata Anggara dalam hati tersenyum seakan puas melihat Nindi tersiksa "Iiyaahhh kek" "Baik nanti saya kerjakan" "Oke.." "Siap kek" "daaggg.. kakek" kataku dengan melambaikan tangan yang menandakan mengakhiri pembicaraan dan perjumpaan Kakekpun pergi meninggalkan kami berdua "Hemzzz" aku menghela napas panjangku seakan hari ini sangat panjang dan melelahkan rasa capek, penat membuat sesak nafasku "Wuh!! Akhirnya selesai juga interviunya" dengan meregangkan otot-otot seluruh tubuhku seakan tubuh ini berasa kaku dan pegal ku relaxkan tubuhku disebuah sofa yang empuk ini "heh kha ha ha ha..." tawa Anggara "Heh kenapa tertawa lagih! seneng ya loh! seharian ini saya ..huh capek!!" "Ha ha ha ha ha.." Melihat Anggara yang tertawa terbahak-bahak membuatku sangat kesal melihatnya akhirnya tangan ini tak tertahankan lalu kuhantam-hantamkan bantal ketubuhnya untuk segera diam namun Anggara terus tertawa seakan senang membuatku marah akupun tak berhenti untuk menghentikannya sampai ku sumpal mulutnya dengan bantal "Sudah diam!diam!diam, diam.." "Aduh ampun sakit!sakit.." "huah ha ha ha..." tawanya kembali
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD