"Yang benar sajaah, apa kali ini benar-benar ada pangeran??" gerutuku dalam hati, merasa ada yang lain.
"Seperti apa sih, siswa baru itu!!" tanyaku lagi,
namun lagi-lagi kedua temanku hanya mengeleng kepala dengan wajah jutek.
Akhirnya aku masuk kekelas melihat seseorang yang sedang ramai dibicarakan dan benar saja tidak sedikit para gadis datang hanya ingin berkenalan.
Akupun mencoba melihatnya karena penasaran walau tak begitu jelas ku coba buka mataku lebar-lebar sebari meletakan tas di bangkuku yang tak jauh dari bangkunya.
Jantungku tiba-tiba berdetak kencang karena terkejut melihatnya.
"masa allah!! kenapa dia ada disini!" batinku bertanya.
"wooiii!!"
"astagfir!!Siska apaan sih!!" teriakku karena siska mengejutkanku.
"nah loh, ketahuan!!terpesonakan!??"
"mat ta loh!bikin jantungan ajah," kataku kesal,
Kulempar tasku diatas meja
"lah Nin, lah ko marah!!ya maaff!"
Aku tak menghiraukan apa yang dikatakan Siska, sementara hatiku sedang kacau yang ternyata siswa baru itu adalah orang yang bertunangan denganku semalam, perasaan malu yang membuatku ingin keluar dari kelas saat itu.
"Nin, mau kemana!?" tanya Siska mencoba menghentikanku.
Suasana kelas menjadi hening seketika, karena diriku dan Siska.
Tanpa disegaja aku melihatnya dan dia menatapku, dan aku begitu sangat malu melihatnya. Ku buang wajahku dan aku berjalan keluar.
Entah apa yang mereka pikirkan tentangku disana semua orang dikelas menatapku, itu mebuatku sangat malu. Ingin sekali aku menutup wajahku dangan wajan. Pantaslah begitu, ternyata aku kepergok pak Yogi yang hendak masuk kelas sehingga aku berlari masuk kembali kedalam kelas dengan terbirit-b***t.
Siska dan teman yang lain terlihat binggung ketika melihatku kembali dalam keadaan panik.
"eh eh eh..ada apa?"
"pa Yogi pa Yogi..!!ada pa Yogi!!"
Mendengarnya membuat semua kembali kemejanya masing-masing.
Dengan rasa malunya aku duduk dengan menunduk menutupi wajahku dengan tas yang kuambil diatas meja. Sepintas aku melirik melihat si dia tersenyum padaku, sungguh membuatku tak bermuka.
##
Jam istirahat
Rupanya si dia telah banyak menaruh simpatik teman-temannya. Dia telihat akrab dengan yang lain, nyatanya dia bisa bermain dan pergi kekantin bersama.
Aku duduk dengan ketiga temanku untuk makan bersama, tidak jauh dari mejaku yang terlewat dua bangku kulihat dia bersama beberapa teman-temannya.
"Nin, semalam aku telpon kamu kok gak aktif" tanya siska.
"sudah tidur!!" jawabku
"masih sore tidur!?"
"ehemm" aku mengaguk,
"wahh!!cincinya baru nih," seru Riana yang mulai kepo. Akupun langsung reflek menarik tanganku.
Kurasa si diapun mendengarnya secara dia melirikku.
"iya nih, aku baru liat!" kata Siska penasaran
Aku hanya bisa manyun mendengarkan mereka dan berusaha mengalihkan pembicaraan.
"kurasa ini rasanya enak Ki!!" kataku sebari menyomot makanan dari piring Askia
"hemmm" seru mereka kompok
Karena mereka tau tabiatku yang selalu mengelak saat ditanya.
"kebiasaan deh Nindi..." kata Riana
"hemhemm.." senyumku memaksa
"apa loh, senyum! saya tau kamu..!pasti ada yang disembunyiin iya kan!?" Siska mencoba mendesak.
"apa ini pemberian seseorang??" desak Riana
Aku haya membalas dengan picisan.
"siapa?" Askia mulai penasaran
"ayo dong Nin cerita!!"
"kamu sudah jadian yah?"
"sama siapa?"
"cerita dong Nin!!"
Pertanyaan mereka membuatku menutup telinga dan akhirnya saya tidak tahan,
"stop!!! berisik tau! ehmm..cincin inih!! hem! pemberian seseorang he he he...!" kataku dengan candaan
"siapa?kamu sudah punya pacar yah?" teriak Siska girang menjadikan kami pusat perhatian termasuk dia mendengarnya. Akupun mempalingkan wajahku karena malu.
"haduhhh!" aku menutup keningku.
Akhirnya Siska sadar ucapannya membuat semua orang memperhatikannya, dan iapun minta maaf.
"siapa yang bilang aku jadian! seseorang itu bukan berarti aku punya pacar! Ih kamu"
"he he he..maaf Nin!"
Anggara nampaknya seneng melihatku yang nampak bodoh ini, ia terus senyum saat melihatku.
###
Mengingat kejadian disekolah membuatku kesal, rasa maluku membuatku salting didepannya. Tidak disangka siswa baru yang kemarin adalah dia, pasalnya saat perkenalan itu aku terlalu sibuk mengerjakan PR yang belum aku kerjakan.
"hemz.. betapa bodohnya aku"
"kenapa begitu sial sekali hidupku! belum ge dewasa kenapa aku bertunangan!"
"aku gak mau menikah sekaranggg!!"
"aku gak mau punya anakkk!! aku masih kecil!"
He...he...he....
Aku bicara sendiri dalam hati, dan akhirnya akupun menangis sendiri.
Tak kusadari ternyata lantai kamarku begitu berantakan akibat tanganku yang jail, melempar-lempar benda yang ada disekitarku.
"hah! waduh!! buku ulanganku..haaaaa..." ternyata buku ulanganku menjadi korban kesedihanku tanpa disadari telah aku sobek-sobek
"hahahaaaaaaa ini bagaimana iniii haaaaa"
Tokkk tokk tokkkkk!!!!!
Terdengar suara ketukan pintu
"nona dipanggil nenek!!!" seru pelayan dibalik pintu.
"apalagi sih! nenek!! tahu tidak nenek! anda telah membuat hatiku patah! tidak bisa jatuh cinta dengan orang lain! Hehee.." grutuku yang masih tersedu-sedu.
Ku usap air mataku dengan kedua tanganku dan ku kantongi keberanianku untuk menghadap nenek.
Aku berjalan menyelusuri ruang tengah, kulihat seorang pelayan sibuk bersih-bersih.
"bi!!nenek dimana?"
"ada di taman non!!" jawabnya sambil membersikan meja.
Akupun segera menuju taman, kulewati dapur yang namapak kacau beberapa pelayan sibuk menghidangkan sesuatu yang agak besar. Langkah kakiku terhenti dan aku terdiam sejenak untuk mengintipnya.
"perasaanku tidak enak!!" kataku dalam hati,
Kulihat beberapa menu yang tidak biasa telah selesai dibuat dan akan segera dihidangkan.
Aku pun segera menemui nenek yang menungguku.
"ada apa nek?" tanyaku berlagak tengil
"duduk kamu!!"
"sekarang kamu mandi dan berbapakaian yang rapi!!"
Mendengarnya membuatku aku terdiam,
"pantas saja perasaanku gak enak ada yang tidak beres!" kataku dalam hati
"loh kok, masih diam disitu!! cepat mandi!!" hardik nenek.
"oh yah, nek!! siap siap !!oke nenekku sayang!!" kataku yang hendak pergi, "oh yah nek, ini ada apa yah??"
"sudah sanah pergi!!" usir nenek,
Akupun meninggalkan senyum pada nenekku untuk segera pergi.
Satu jam kemudian tamu yang ditunggu nenek tiba, tepat pukul 16.00 mereka datang dan sudah berada di ruang tamu. Aku yang masih berada didalam kamar dipanggil keluar untuk menemuinya.
"oh..ini dia sudang datang!!" sambut nenek padaku.
Aku cukup terkejut saat melihat mereka. Jantungku berdetak kencang saat aku melihat si dia yang tengah duduk disamping kakeknya.
"Nindi! kenapa masih berdiri!! cepat beri salam pada kakekmu!"
Akupun segera menyalami kakek dengan mencium tangannya dan aku hanya bisa memandang dia untuk menyambutnya, karena entah bagaimana aku harus menyambutnya.
"Nindi!!"
"iyah nek!!"
"kalian kini sudah bertunangan!" ujar nenek,
"kami tau kalian tidak saling kenal!"
"maka dari itu kami ingin memperkenalkan kalian lebih dekat."
"Nindi!!sekarang kamu bawa nak Anggara!ajak dia bicara!"
"pepatah mengatakan, tak kenal maka tak sayang!benarkan pak jayadi??"
Ha ha ha haaaaa
Kedua orang tua itu tertawa gembira dan menyuruh kami untuk pergi.
Aku dan Anggara pergi ketaman belakang. Rasanya begitu canggung dan deg degan saat bersamanya. Kami berjalan sangat dekat sekali, pertamakalinya aku merasakan gelisah saat bersama seorang pria, hatiku bergemuruh tak menentu dan jantungku hampir copot olehnya.
"ahh!!sungguh mati aku!!"