"Jaga jarak gimana? Kita ketemu aja pas istirahat doang. Nggak, ah, aku nggak mau," tolak Arya menggebu. "Kenapa nggak mau? Harus mau dong, Mas." pinta Senja merengek. Bukannya menjawab, Arya justru merogoh saku celana dan meraih ponsel. Kemudian, dia terlihat sedang mengetik pesan. Setelah itu, dia memasukkan kembali ponselnya dan meraih tangan Senja. "Ayo, ikut aku!" ajak Arya. "Ikut ke mana?" tanya Senja panik. Senja mengedar pandang berharap tidak ada yang melihat dirinya bersama Arya. Jujur, dia paling malas menjadi pusat perhatian. Kalau karena dia melakukan sebuah tindakan yang menguntungkan perusahaan tidak masalah. Sayangnya, dia akan menjadi terkenal karena statusnya sebagai kekasih Arya yang diburu banyak wanita. "Ke ruanganku," sahut Arya datar. Dia menekan tombol lift d

