41. Maaf, Kek, Arya Nggak Bisa

1230 Words

"Kalau boleh tahu, obrolan penting apa, Kek?" tanya Arya penasaran. "Ini tentang perjanjian kita. Kakek sudah menemukan kandidat terbaik dan kamu harus datang ke rumah untuk memilih satu di antara mereka." Mendengar penjelasan sang kakek membuat Arya menoleh ke belakang. Senja yang merasa ditatap pun langsung mengangkat pandangan dan tersenyum. Jangan sampai senyum mahal itu hilang karena perjanjian pernikahan dengan kakeknya. "Baik. Nanti malam Arya ke rumah Kakek." Panggilan berakhir. Arya hanya berdiri menatap ke arah luar sambil meremas ponsel. Dia tidak menyangka hari seperti ini akan datang begitu cepat. Padahal, dia baru saja menikmati masa-masa berpacaran dengan Senja yang sangat luar biasa membahagiakan. Arya menghela napas berat. Dia memasukkan ponselnya ke saku celana dan k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD